Malam Terakhir Di MKT


Kamis malam tanggal 17 Maret, langit sudah gelap menghitam namun jalanan Jakarta masih padat. Dari jalan Walahar, Supra Fit yang saya kendarai masuk Gatsu. Bergabung dengan mobil-mobil yang mendominasi lajur jalan dan sepeda motor dengan manuver-manuver yang cukup mengejutkan bagi yang tidak terbiasa dengan jalanan seperti saya.

Mencari celah diantara kendaraan roda empat adalah sesuatu yang sulit dihindari. Namun dengan gaya lebih defensif membuat saya merasa paling inferior diantara pengendara lainnya.

Tiba di pertigaan yang dikenal dengan nama “Gang Mesjid” saya berbelok ke kiri menuju kawasan Mega Kuningan dan meneruskan perjalanan sampai di kantin Mega Kuningan Timur atau yang lebih dikenal dengan MKT.

Di sana saya bertemu dan ngobrol dengan Pak Edo, Mas Nadhi, Henry Bodats, Mas Tri serta Kang Arif BJL beserta nyonya. Kebetulan malam itu adalah Ulang tahun Mas Tri. Dan juga perpisahan saya karena akan meninggalkan Jakarta.

Obrolan menghangat, ditemani dengan beberapa macam snack dan minuman. Tak terasa malam semakin larut. Mas Tri dan Kang Arif BJL beserta Nyonya kemudian pamit duluan.

Beberapa saat kemudian datanglah Benny dan Bro Rio Winto. Maka obrolan berlanjut dengan tambahan topik yang baru.

Mengingat malam yang hampir mencapai tengah waktunya. Kamipun berpisah menuju kediaman masing-masing. Tak lupa saya mohon pamit kepada semuanya.

Ketika semua motor sudah siap, ternyata ada satu hal yang baru saya ketahui. Beberapa meter menjelang gerbang MKT, kami berhenti sejajar dengan kondisi mesin hidup. Kemudian saya dipersilahkan jalan duluan diikuti yang lain berurutan. Hmmm…ini sesuatu yang istimewa bagi saya.

dari MKT kami berjalan menuju Kuningan. Selepas lampu merah depan gedung RNI, saya mengambil arah kiri menuju menuju Casablanca, sementara yang lain lurus menuju Rasuna Said. Lalu lintas di depan ITC Kuningan masih padat dikarenakan proyek Flyover. Jika suatu saat saya ada kesempatan ke Jakarta lagi, sepertinya flyover ini telah beroperasi.

Selepas Jembatan layang Karet saya menuju Jalan Raya Benhil, mampir ke SPBU di derah Penjernihan, kemudian kembali ke kostan di daerah Taman Hidayah. Besok harinya adalah hari terakhir saya di Jakarta.

Perkenalan dan bertemu secara langsung dengan orang-orang hebat di Jakarta adalah suatu pengalaman luar biasa. Banyak ilmu baru yang saya dapatkan dari mereka. Semoga suatu saat bisa berjumpa kembali dan Kantin MKT ini masih eksis.

Iklan

24 pemikiran pada “Malam Terakhir Di MKT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s