Share Pengalaman Sebagai Juru Parkir


Ngomongin tentang tukang parkir, saya jadi teringat rasanya menjadi tukang parkir. Yah.. saya pernah juga merasakan duit dari kerja sebagai tukang parkir. Tenyata melelahkan juga menjadi tukang parkir, walaupun hasilnya lumayan juga.

Halaman rumah mertua saya lumayan luas. Kebetulan 100 meter dari rumah terdapat lapangan sepak bola yang rutin digunakan untuk acara Pasar Malam. Walaupun jaman sudah modern, tempat hiburan sudah beragam, ternyata acara pasar malam masih lumayan ramai juga dikunjungi masyarakat.

Ketika pasar malam mulai digelar, halaman rumah tersebut saya dan beberapa sodara menyulapnya menjadi lahan parkiran bermodal kertas nomor plus karet gelang, meja untuk pintu masuk dan keluar serta tali rafia untuk pembatas area agar mudah melakukan pengaturan. Parkiran dibuka kurang lebih jam 7 malam dan tutup jam 10 malam, menyesuaikan dengan jam tutup pasar malamnya.

Motor yang mau parkir harus melewati meja untuk kemudian dipasang nomor di motornya, nomor yang sama dipegang pemilik ketika keluar nanti. Juru parkir mengatur agar posisi motor rapi dan muat banyak, serta mudah jika ada yang mau keluar lebih dulu. Ternyata lumayan capek juga sebagai juru parkir yang bertugas menggeser banyak motor dalam keadaan dikunci stang, serta mengeluarkan motor yang mau keluar agar posisinya enak.

Dari 3 jam tersebut, ternyata hasilnya lumayan. Rata-rata semua yang ikut berperan (kurang lebih 6 sampai 8 termasuk mertua sebagai pemilik lahan) orang bisa mendapat 20 ribu atau bisa 25 ribu jika ramai seperti malam minggu. Lumayan kan buat menunggu waktu tidur.

=======================================================

Masih tentang parkiran, kita dengar saja lagu Parkiran berikut:

Iklan

23 pemikiran pada “Share Pengalaman Sebagai Juru Parkir

  1. jare penghasilane bisa ratusan ribu lho, tapi gandeng itu dibagi 8 irang yo jadinya 25 ribuan 😀

    Suka

  2. rumah dekat stadion emang laris manis buat tempat parkir, yang menyebalkan tukang parkir dadakan, seenaknya masang parkir di rumah family, menghalangi akses keluar masuk yang punya rumah, bahkan ijin aja enggak, hmm paraah dan itu sering banget

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s