Beda Fanatik Merk Dengan Fans Merk


Ada orang yang fanatik merk dengan fans merk. Fanatik merk itu apa-apa harus merk tertentu, merk lain tidak pernah masuk dalam pikirannya. Yang seperti ini kadang membela mati-matian merk yang dipujanya dan menganggap merk lain itu jelek.

Misalnya Pak Heru, seorang karyawan senior di sebuak pabrik rokok. Dari jaman muda dahulu naiknya motor Honda, sekarang sudah tua pun juga harus Honda. Mau sport, bebek maupun matic pokoknya Honda. Merk lain jelek, boros, onderdilnya mahal, harga jual jatuh dll dll…

Beda lagi dengan orang yang fans merk tapi tidak fanatik, sekedar suka saja. Yang seperti ini mau menerima merk lain asal sesuai kategorinya.

Sebagai contoh Pak Wiro, seorang guru. Dia suka merk Honda, namun dia butuh motor bebek yang di atas rata-rata. Karena sewaktu dia butuh merk Honda belum ada varian bebek yang dimaksud, dipinanglah motor dari merk sebelah, yaitu Yamaha Jupiter MX. Kemudian hari Honda mengeluarkan bebek canggihnya, yaitu CS1. Karena Pak Wiro suka Honda dan beliau juga suka bebek canggih, maka dipinanglah Honda CS1 tersebut.

Sekedar pendapat pribadi. Jika ada penamaan tokoh yang mirip itu hanya kebetulan yang disengaja.

WordPressed by Android on The Galaxy

Iklan

44 pemikiran pada “Beda Fanatik Merk Dengan Fans Merk

  1. kalo selalu mengacu pada suatu merk itu mungkin karena malas mikir dan menimbang2 lagi. tapi jeleknya jadi kehilangan kesempatan mendapatkan sesuatu yang mungkin lebih baik dari merk lain.

    Suka

  2. Wehhhh…
    Critoq (kluargaq) banget iku…
    mulai tahun 70an memang 75% critanya kayak gitu
    disela-sela (yg sekarang) sempat terselip Yamaha
    L2 Super, RX 100, Mio awal dan Jupi MX.

    Sekarang tinggal yg tidak tersebut 🙂
    Tentu karena sebuah pertimbangan bbrp hal

    😀

    Suka

  3. kalo gt aku termasuk fans merk dong yah 🙂 dulu pake bebek supra fit, beralih ke mega pro, saat beralih lagi pengennya cbr250r tapi karena ga memenuhi kategori, akhirnya dipinanglah ninja250r :-p hehehe..

    tapi ane si terbuka aja dengan merk apa pun asal merk-nya jelas dan memenuhi std 🙂

    BTW, nice share.. pandangan yg keliatannya beda tipis tapi emang beda… :-p

    Suka

  4. aq masuk yang mana ini
    belajar pake yamaha 75,mulai sma di beli in vega lama,naik kelas 3 stm ganti jupiter,mulai kerja beli rx king(alhmdllh sdh beli sendiri),sekarang ganti vixion. . . .hayooo padahal suka bgt sama old cbr

    Suka

  5. ane banget tuch awal punya suzuki smash dgn pertimbangan awal vega n fit speedonya g ada indikasi gear……beralih ke yamaha mio matik praktis masih sendiri imutt….sekarang vario karna ya emang kebutuhan. dagh ada anak bojo yg di bonceng

    Suka

  6. Sekedar pendapat pribadi. Jika ada penamaan tokoh yang mirip itu hanya kebetulan yang disengaja.
    ===========================

    wakakakakakakakak ……

    btw: fans ama fanatik beda yo ? (manggut2) :mrgreen:

    Suka

  7. yang penting murah dan berkualitas,
    ane ga nge fans merk atau fanatik buta,

    Di rumah ada merk dari jepang(suzuki, kawasaki, yamaha, honda) dan yang lain (bajaj, vespa).

    Yang penting value for moneynya tinggi.
    Ok…

    Suka

  8. fans merek itu fanatik cinta mati ke satu merek tapi tidak menjelek-jelekkan merek lain (orang kayak gini biar kata dibujuk-bujuk, diiming-iming, ogah berpaling)

    fanatis merek itu udah cinta mati satu merek trus menjelek-jelekkan merek lain. pokoknya maunya dia di dunia ini hanya boleh ada mereknya saja yang beredar

    persamaan keduanya adalah melibatkan cinta buta, cinta irasional…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s