Si Kecil Sering Panas? Jangan Sepelekan, Bisa Pecah Gendang Telinga


Suatu hari si kecil mengeluh sakit di telinganya. Kalo ke sekolah setengah dipaksa agar memakai helm, padahal biasanya sudah sadar sendiri. Kalau mandi juga kesakitan ketika telinganya terkena air. Efek lainnya adalah badannnya meriang demam.

Akhirnya dibawalah ke dokter THT. Kesan dengan dokternya, cukup ramah dan mau diajak cerita serta share beberaqpa pengetahuan. Selama ini lebih sering ketemu dokter yang cuma : tanya – pegang – nulis resep – bayar.

Ternyata anak saya lubang telinganya kotor dan kotorannya mengeras. Ketika kena air lubang telinga terisi rembesan air dan menambah tekanan jadi terasa sakit. Selain itu amandelnya juga sedikit bengkak, ini menjadi penyebab demam.

Sambil menangani si kecil, sang dokter berkata bahwa amandel jika dibiarkan salah satunya bisa menyebabkan pecah gendang telinga :shock:. Bisa terjadi karena memang ada saluran antara tenggorokan dengan telinga berupa saluran Eustachius.

Amandel itu penyaring kuman di tenggorokan, namun jika sudah kewalahan, maka fungsinya jadi berkurang, malah menjadi sarang kuman. Kalo sudah begini, kata dokter sebaiknya di operasi. Gejala amandel sudah kewalahan salah satunya anak jadi lemah daya tahannya, mudah sakit, gampang demam. Nah ketika demam ini orang cenderung berobat ke dokter umum, jarang yang ke THT.

Jika ketika kecil amandel yang sakit dibiarkan, di usia mulai tua efek yang dirasakan adalah rematik. Waduh, saya sepertinya waktu kecil amandelnya sakit namun tidak dioperasi. Semoga tidak kena rematik.

Jadi jagalah kesehatan putra-putri anda, dengan menjaga amandelnya agar selalu sehat. Agar sehat pula di masa depannya.

Semoga bermanfaat.

Iklan

15 pemikiran pada “Si Kecil Sering Panas? Jangan Sepelekan, Bisa Pecah Gendang Telinga

  1. nyang bahaya kotoran telinga itu lho pak, kalo udah mengeras bentuknya kaya lidi…ngeri deh liatnya…makanya anakku tiap seminggu sekali dibersihin telinganya ma mamahnya.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s