Wong Ndak Kesusu Kok Ndak Mau Brenti


image

Lampu merah dekat Pabrik Semen Holcim ini setiap hari saya lewati. Pertigaan berbentuk “Y” ini paling sering terlihat kendaraan melanggar lampu merah. Padahal sudah tertulis :“BELOK KIRI MENGIKUTI LAMPU LALU LINTAS”, namun masih saja orang-orang jalan terus.

Dan ternyata jika dari arah Pertamina malah banyak yang melanggar lampu merah walaupu belok kanan. Karena memang lalu lintas dari kanan terlihat jelas, jadi walaupun lampu merah tapi terlihat kosong, jalan terus.

Yang mengherankan sebenarnya para penerobos lampu merah itu tidak berjalan terlalu cepat. Soalnya saya sering menyalip mereka tidak terlalu jauh, sedangkan saya menunggu lampu hijau dan saya berjalan paling cepat 60 s/d 70 km/jam. Apa beratnya mengerem sebentar.

WordPressed by Android on The Galaxy

Iklan

28 pemikiran pada “Wong Ndak Kesusu Kok Ndak Mau Brenti

  1. Sama Mas, di Bandung sini, banyak yang masih melanggar lampu lalu lintas untuk belok ke arah kiri. Memang tidak ada tulisan “belok kiri langsung”, dan banyak orang yang langsung ke kiri. Jika ada yang menghalangi (padahal itu benar berhenti) mereka menglakson. 😐

    padahal, kalau tidak ada rambu “belok kiri terus” ya artinya ikuti lampu lalu lintas yang ada. 😐

    Suka

  2. pengendara kebanyakan masih belum beradab, jadi melanggar lalin seakan sah sah saja. Yakinlah perlu ratusan tahun untuk mendidik hal yg sekecil ini..

    Suka

  3. Ping balik: Filosofi Lampu Merah | IM Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s