MotoGP, Masih Perlu Ducati?


image

Ducati pabrikan asal Itali.
Apes di seri Indi.
Masih saja  belum bertaji.
Walapun ditunggangi Valentino Rossi.
Karena trouble, si 46 motornya pun ganti.
Untung masih bisa 10 posisi.
Hayden payah lagi.
Sempat pamer aksi melawan Dovi.
Eh akhirnya mundur lagi.
Akhirnya malah juru kunci.
Barbera paling sakit hati.
Finish di depan mata…eh nggak jadi.
Ducati kali ini, bahkan kalah dari Suzuki.
Jadi..ada yang bertanya: Masih Perlu Ducati?
Hahahaha…ha. Hihihihi…hi.
:mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:

WordPressed by Android on The Galaxy

21 pemikiran pada “MotoGP, Masih Perlu Ducati?

  1. Tahun 2000, disaat supremasi GP500 mulai terganggu dengan semakin kuatnya Suzuki & Yamaha, Honda bermain politik dengan segera meriset motor 4T & kemudian 2001 memaksa Dorna mengubah regulasi dengan alasan go green.
    Dengan budgetnya yang luar biasa, HRC sanggup menjalankan 2 tim riset sekaligus.
    1 tim mematangkan motor 990 4T-nya, tim lainnya melanjutkan pengembangan NSR500 untuk memastikan juara terakhir era 500cc.

    Disaat supremasinya dipatahkan oleh kolaborasi Rossi & Yamaha, kembali lagi Honda bermain politik dengan memaksakan regulasi diubah ke 800cc.
    Alasan yang dicari-cari adalah masalah safety, yang akhirnya terbukti tidak membawa perubahan sama sekali.
    Bahkan angka kecelakaan semakin tinggi.

    Walau sukses merebut juara terakhir era 990cc, tapi untuk 800cc lain ceritanya.
    Tahun pertama justru Ducati yang tidak terduga mendominasi 2007 dan membawa Stoner menjadi juara dunia.
    3 tahun selanjutnya giliran Yamaha yang mendominasi.
    Mau memaksakan perubahan regulasi, sudah terlanjur terikat kontrak Dorna dimana tim-tim lain mensyaratkan agar regulasi tidak diubah setidaknya dalam 5 tahun.
    2010 kembali Honda bermain politik dengan draft usulan regulasi baru untuk mengubah kubikasi motor ke 1000cc dengan segudang handicap lainnya.

    Tahun 2011 yang adalah tahun terakhir era 800cc, Honda kembali mencapai kejayaannya.
    Hal ini tentu tidak lepas dari persiapan regulasi 1000cc tahun 2012 yang menguras SDM & financial tim-tim lain yang secara financial dan resource jauh dibawah tim Honda.
    Tim seperti Ducati & Yamaha terpaksa membagi waktunya untuk meriset motor 1000cc sekaligus melakukan tune-up pada motor 800cc nya.
    Serba salah jadinya.
    Fokus di 800cc nanti motor 1000cc tidak siap dengan baik.
    Fokus di 1000cc, motor 800cc dikorbankan sehingga kurang pengembangan dibanding versi 2010.
    Tim yang lebih kecil seperti Suzuki malah lebih parah lagi.
    Tidak ada budget & resource untuk riset motor 1000cc, terpaksa pasrah saja tetap mengembangkan motor 800cc nya.
    Dan hasilnya tidak sia-sia, tahun ini performa Suzuki jauh meningkat dan semakin lama kelihatan semakin unggul dari Ducati.
    Sayang sungguh sayang, tahun depan dengan tim-tim lainnya beralih ke 1000cc sungguh berat perjuangan Suzuki kalau tetap menggunakan 800cc.
    Seandainya kubikasi tidak diubah, tahun depan Suzuki pasti makin kompetitif.

    Hal yang kontras dengan kubu Honda.
    HRC bisa membuat 2 tim yang berbeda.
    1 fokus di 800cc, 1 nya lagi fokus di 1000cc.
    Sungguh luar biasa tim Honda ini.
    Teknologi dan financial sungguh kuat.
    Sayangnya terlalu serakah untuk mendominasi kejuaraan, kalau perlu dengan cara “kotor”.
    Bahkan di kelas GP250cc, saking frustasinya gak bisa bersaing dengan Aprillia, Honda mengusulkan regulasi single engine supplier mesin 600cc 4T.
    Siapa yang sanggup menyuplai mesin ke seluruh peserta dalam waktu 1 tahun kalau bukan Honda?
    Gak usah heran, namanya juga regulasi pesanan & jadi-jadian.
    Langkah berikutnya dalam usaha membuat one make race, dilanjutkan dengan mengobok-obok regulasi kelas 125cc agar pindah ke 250cc 4T.
    Regulasi lucu karena agar kejadian Moto2 yang mengharuskan single engine gak terulang, regulasinya ditambah embel-embel: engine supplier harus sanggup menyuplai ke sejumlah tim yang jumlahnya tidak sedikit. Siapa lagi yang sanggup kalau bukan Honda…namanya juga regulasi pesanan & jadi-jadian…
    Dan kembali lagi, motor Honda sudah siap tidak butuh lama setelah regulasi ditetapkan.
    Tanya kenapa???? Kita semua sudah tau lah…

    Suka

  2. Hebatnya, nafsu Honda mendominasi barap roda 2 bukan hanya di MotoGP saja, tapi juga di Superbike.
    Kalau di MotoGP, berkolaborasi dengan Repsol yang asal Spanyol, Honda punya akses kuat ke Dorna sang penyelenggara MotoGP yang juga dari Spanyol.

    Tapi usaha mendominasi di Superbike dengan cara-cara seperti yang dilakukannya di MotoGP rupanya gak mempan.
    Penyebabnya karena World Superbike diselenggarakan oleh organisasi Infront Sports yang dijalankan oleh Flamini bersaudara dari Italia.
    Organisasi ini justru lebih dekat ke Ducati yang sama-sama Italia.
    Tidak heran kalau sekian lama World Superbike berjalan, tim Ducati sedikit diuntungkan oleh regulasi sampai-sampai Honda ikut-ikutan membuat motor 2 silinder berkubikasi 1000cc karena sadar mesin 750cc 4 silinder sangat sulit bersaing dengan motor 1000cc 2 silinder.
    Ketimpangan regulasi ini membuat tim-tim Jepang ramai-ramai mundur dari WSBK tahun 2002 -2003, yang memaksa Infront Sports mengubah regulasi yang membolehkan mesin 4 silinder maupun 2 silinder sama-sama berkubikasi 1000cc sehingga tim-tim Jepang mau kembali berlaga di WSBK.
    Akibatnya Ducati yang merengek karena kehabisan tenaga mengejar mesin 4 silinder asal Jepang, dan kembali lagi Infront Sports mengubah regulasi yang membolehkan Ducati menggunakan mesin berkubikasi 1200cc 2 silinder.
    Dan terbukti dengan regulasi sekarang motor Honda tidak dapat bersaing dengan motor-motor Eropa.
    Bahkan dengan sesama motor Jepang, motor Honda paling inferior.

    Akhir dari kisah ini adalah….
    Bridgepoint Capital, induk dari Dorna, membeli organisasi Infront Sports & akan mulai menjalankan WSBK mulai tahun depan!!! LUAR BIASA!!!
    Gelagat tidak baik nih…berani taruhan motor Honda akan kembali berjaya…alasannya? Tau sendirilah…
    Karena Dorna sudah sejak lama menjadi boneka Honda.
    Jadi kalau ada pertanyaan kenapa gelaran MotoGP semakin lama semakin sepi peserta…tidak usah heran lagi.
    Yang mengikuti kejuaraan ini sejak 20 tahun lalu pasti bisa membaca pergerakannya.
    Dan kesimpulan tidak jauh-jauh dari cara-cara kotor yang sudah merasuki organisasi Dorna untuk kepentingan pihak Honda & Repsol agar selalu superior dan dipakai sebagai sarana promosi jualan produk massal mereka.

    Semoga gelaran GP Motocross tetap steril dari permainan kotor Honda ini.
    Agar tetap ketat persaingan antar pembalap dan pabrikan.
    Tapi melihat inferioritas Honda selama 10 tahun terakhir, saya yakin setelah “mengamankan” WSBK, GP Motocross akan menjadi incaran Honda berikutnya.

    Lawan faham fasisme yang merambah dunia roda dua ini!!!!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s