Bajingan = Sopir Gerobak


Bajingan adalah sebuah istilah yang muncul di tanah Jawa untuk menunjuk seorang pengendara gerobak sapi. Dalam salah satu novel triloginya Ahmad Tohari, Ronggeng Dukuh Paruk, istilah ini akan sering kita temui. Lantas kenapa istilah badjingan kemudian bergeser menjadi sebuah kata makian, padahal kata itu adalah merujuk sebuah profesi seseorang.

Kata kakek ane sih mungkin gara-gara cerita berikut :

Dahulu kala pada tahun 1940an, didaerah kakek ane tinggal (Notog – Banyumas) sarana transportasi sangat sulit untuk ditemui. Masyarakat yang ingin berkegiatan di kota seperti berdagang, atau hanya mejeng biasanya menggunakan jasa gerobak sapi (baca :nebeng).

Pas itu, bajingan merupakan satu-satunya transportasi yang bisa diandalkan oleh masyarakat pinggiran untuk membawa mereka ke kota, selain berjalan kaki tentunya. Namun, kedatangan badjingan ini tidak tentu, kadang bisa siang hari, pagi hari, bahkan tengah malam. Karena ketidakpastian waktu tersebut, masyarakat yang ingin nebeng, kalok nggak beruntung ya bisa berjam-jam nunggu itu badjingan.

Nah, muncullah sebuah kalimat umpatan yakni “Bajingan suwe temen sih tekane!” yang artinya : Bajingan lama banget sih datengnya. Dari situ bajingan mengalami pergeseran makna menjadi kata umpatan. Dahulu pun, umpatan bajingan hanya digunakan sebagai analogi atas keterlambatan sesuatu atau seseorang, misalnya “Sekang ngendi bae koe, suwe temen sih kaya bajingan” yang artinya : Darimana aja kamu, lama bener kayak bajingan.

Namun, pada masa sekarang bajingan menjadi kata umpatan yang lebih umum dan tidak merujuk pada kekesalan mengenai keterlambatan atas sesuatu.

Copas dari : http://freenet4all.com/thread-182.html

Iklan

29 pemikiran pada “Bajingan = Sopir Gerobak

  1. di jogja wktu sd dulu sering nggandul bajingan…
    ketika itu banyak buat ngangkut bahan bangunan…bata , genting atau kayu…
    kadang2 bajingannya marah kalau lg ada muatan diganduli…hehehehe akhirnya turun takut dipecut.

    Suka

  2. Duluuuu banget kalo ada bajingan (kusir pedati) dari arah banjarnegara mo ke parakan/temanggung pas lewat wonosobo sering pada diusilin.Sangking lelah krn jalannya yg lambat, sang kusir jd ngantuk…nagh kalo liat ada yg tidur biasanya arah pedati diputar balik tanpa sepengetahuan si kusir pedati itu….Jadi pas bangun, tau2 ke arah banjarnegara lagi….xixixi

    Suka

  3. Ping balik: Satu Tahun BMW ku « dwihartonopersonalblog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s