Mau Jelajah Nusantara Mau Touring 500 Jam Atau Adu Irit 1Liter Untuk 187 Km, Semuanya Tidak Mungkin


Di Indonesia, pabrikan Suzuki terkenal suka mengadakan uji ketahanan untuk motornya. Sejak jaman Shogun hingga Titan produk keluaran Suzuki kerap kali didiksa dengan acara Jelajah Nusantara maupun uji ketahan non-stop di sirkuit. Yamahapun tahun 2010 mengikuti jejak Suzuki dengan Jupiter Amazing Tour, selama 500 jam. Kalau Honda beda lagi, market leader ini sering pamer keiritan produknya. Sejak Supra Fit sampai Revo kegiatan adu irit rutin diadakan.

Kok ngetestnya beda? Yah semua untuk memantapkan image masing-masing. Semua tahu kalo Suzuki dari dulu terkenal mesinnya awet, yamaha katanya kencang dan Honda jelas paling irit.

Tapi saya membaca suatu komentar yang berbunyi kurang lebih seperti ini (lirik senior dari jatim :mrgreen: ):

Tidak perlu uji sampai 3 hari tanpa mematikan mesin atau menjelajahi Indonesia. Karena hal seperti itu tidak mungkin dilakukan oleh orang Indonesia. Turing oleh seorang maniapun 3-4jam pasti membutuhkan istirahat. Jadi pasti berhenti. Jelajah negeri juga demikian…baik lewat udara atau dengan kapal berarti istirahat dan mesin pasti dimatikan.

Memang benar dalam kenyataan, test non-stop untuk mesin tanpa dimatikan selama 3 hari itu tidak mungkin dilakukan dalam penggunaan motor sehari-hari.

Terus kalo adu irit 1 liter bisa menempuh 187 km. Ini juga sama saja, tidak mungkin untuk pemakain rutin sehari-hari. Mengendarai motor seharian tidak mungkin terus-terusan berjalan dengan kecepatan 30 km/jam. Lha kalo macet, jalan macet walaupun pelan-pelan juga beda karakternya. Emosi pengendara pasti sangat berperan, misal kena macet berjalan pelan-pelan, begitu ada kesempatan pasti “balas dendam” sekencangnya. Sebagai contoh karakter pengendara di Jakarta.

Apalagi dari buka-buka informasi tentang tips bagaimana agar mesin bisa irit di dalam perlombaan, kurang lebih sebagai berikut:

  • Gunakan settingan celah klep dan karburator paling efisien (berarti disetting seirit-iritnya)
  • Selama perjalanan, bukaan gas dalam kecepatan stabil antara 30 km/jam-35 km/jam (sabar banget yah?)
  • Rasakan putaran mesin yang paling ringan. (Jalan 30 km/jam pakai gigi 4)
  • Faktor berat badan joki juga sangat menentukan. (yang gemuk bagaimana?)

Kalo penggunaan sehari hari masih mungkinkan kita bisa sabar di jalan seperti itu?

Jadi mau Jelajah Nusantara, Touring 500 jam atau Adu Irit 1Liter Untuk 187 Km, Semua hanya untuk event, kampanye, iklan, pamer, hal bombastis dll dll.  Bukan untuk harian! CMIIW

WordPressed by Android on The Galaxy

Iklan

41 pemikiran pada “Mau Jelajah Nusantara Mau Touring 500 Jam Atau Adu Irit 1Liter Untuk 187 Km, Semuanya Tidak Mungkin

  1. Ga setuju boleh khan….
    Kalau uji keiritan emang itu kaya’nya ga mungkin diterapkan sehari_hari. Kalau ketahanan mesin,,, Harus itu…!!

    Suka

  2. penggoblogan otomotif, keknya udah dari dulu deh
    dari jaman motor makin panas makin kenceng sampe 1;73.
    cbr 1;60 jalan 30km, ngapain…….!!!

    Suka

  3. 30 km/jam pake gigi 4? edan tuh… Pasti jadi lemot seterusnya… Revi 100cc q aja baru selesai gigi 1 kalo 30 km/jam…

    Nyoba style irit n nahan emosi aja cuma dapet 62km / liter… :mrgreen: .

    Suka

  4. wakakakakakakak.. SEPAKATTTT…tahun 2009 lalu pernah ikut lomba irit sebuah merk mobil, ketika hasilnya diprotes oleh salah satu peserta, ATPMnya marah-marah dan tidak terima diprotes. Ternyata takut imagenya rusak oleh pemakainya sendiri…

    Suka

  5. Imho.kalau uji ketahanan penting juga.harapannya kalau digeber sekian hari/jam nonstop aja oke apalagi kalau cuma dipakai harian.harapannya dapet image mesin awet,tahan banting,n gak rewel.uji keiritan juga penting,tapi semestinya jangan disetting ekstrem karbu/lainnya,karena orang akan bilang gak mungkin nyampe segitu iritnya dalam kondisi normal..

    Suka

  6. masoook! yo wes ngono lah,dibodohi terus,,ben payu dagangane,pemerintah mek ho’oh2 ae,gak malah mbenahi transportasi massal e..ckckckk…

    Suka

  7. Kalo buatku yg paling nyantol adalah uji ketahanan, seperti yg biasa dilakukan Suzuki dan juga belakangan ini TVS.
    Kenapa nyantol? Beda dengan dua pengetesan yg lainnya, apalagi yg adu irit malah bisa dianggap penipuan bila ngga ada penjelasan pas pemakaiannya. Kalo uji ketahanan aku nilai ngga ada “embel-embelnya”.
    Pokoknya motor digeber habis nonstop dan yg nggeberpun para pembalap yg saling bergantian. Berhenti pas ngisi bensin sekalian ganti rider, itupun mesin ngga dimatiin. Dari sini jelas akan teruji masalah durabilitynya alias daya tahannya. Motor jelek bakal ngowos, dijamin!

    Sekarang secara logika, motor yg digeber nonstop dalam jangka waktu yg lama aja kuat, gimana kalau cuma dipake dan dirawat dengan normal buat harian? Apa kurang menyakinkan? Kalo buat aku sih udah sangat jelas buat gambaran kualitasnya. imho

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s