Matic Itu Tanpa Engine Brake, Ada Kok



Sewaktu motor matic itu masih menjadi barang langka, ada satu hal yang saya ingat yaitu bahwa “matic itu tanpa engine brake“. Berbeda dengan motor 4 tak pada umumnya yang ketika gas ditutup maka mesin akan melambat karena “rem mesin”. Matic itu ngelos, kurang lebih mirip motor 2 tak, atau ketika kopling diaktifkan. Ketika mencoba matic semacam Mio, Vario, Beat atau Scoopy memang ketika jalan dan gas ditutup maka akan tetap nyelonong.

Tapi coba Skywave atau Hayate, jalan maksimal 40 km/jam dan gas ditutup, maka motor ini lama-lama akan berhenti beberapa meter kemudian seperti motor bebek. Jika kecepatan ditambah maka akan makin jauh jarak yang ditempuh untuk deselerasi sampai berhenti. Walaupun kekuatannya tidak sebesar motor non-matic, namun ini membuktikan bahwa engine brake di matic itu ada. CMIIW

Atau ….ini karena berat kosong yang berat (113 kg) dan kapasitas mesin 125 cc. Sebagai pembanding harusnya perlu matic berat atau sesama 125 cc (PCX atau Xeon). Namun saya lupa impressi ketika naik Xeon. Monggo dishare…

WordPressed by Android on The Galaxy

Iklan

31 pemikiran pada “Matic Itu Tanpa Engine Brake, Ada Kok

  1. yups memang ada…tapi ga segede motor biasa. AKu sering nyobain waktu di turunan, ketika motor udah mulai nyelonong (ngelos) di turunan, buka gas seketika tapi langsung tutup kembali….mesin akan ‘nggereng’ dan membuat efek ‘engine break’….tapi ya itu harus bolak-balik buka-tutup gas biar dapet erus efeknya 🙂

    Suka

  2. Ping balik: Sepeda motor metik tidak ada ‘engine brake’,dab? « blogsemprul,dab!

  3. atau mungkin memang itu bukan engine brake masbro, melainkan daya dorongnya (kalau gas dilepas) lebih kecil dari bobot total kendaraan+penumpang.. kalo engine brake itu terasa banget “rasa ngeremnya” seperti di bebek atau motor laki, lebih bisa dibedakan ketika jalanan turun..

    Suka

  4. kalo saia kok mlh suka karakter matik bs meluncur .. 😀
    pengendalian kecptn bs spenuhnya di kendaliin rider cm dg maen gas ma rem tnpa kaget krn engine brake and ga perlu slipper clutch … xixixi

    Suka

  5. saya pake Xeon, justru yang saya nggak suka dari motor bebek itu kalo nutup gas langsung engine brake, nggak bisa dikontrol secara halus kayak motor kopling manual (sebelumnya pake motor kopling). jadi untuk dapat karakter yang halus itu pilihannya kalau nggak motor kopling ya matic sekalian.. 😉

    Xeon sendiri ternyata juga ada engine brake, walaupun beda sama di bebek, kalau di bebek nutup gas udah engine brake, kalau di matic waktu nutup memang ngeloss, tapi waktu buka gas kalau kecepatan lebih tinggi dari putaran mesin justru jadi engine brake.. atau mungkin matic perlu dikasih kopling lagi biar bawanya bisa lebih halus ya :mrgreen:

    Suka

  6. beat juga saat gas ditutup akan berhenti!!! putaran vimbelt juga ikut mengurang dan beat cepat berhenti kok saya punya! coba sajaa

    Suka

  7. “Atau ….ini karena berat kosong yang berat (113 kg) dan kapasitas mesin 125 cc. Sebagai pembanding harusnya perlu matic berat atau sesama 125 cc (PCX atau Xeon).”

    betul itu .. setuju,
    nice info thanks 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s