Dilema Pengendara Motor


Pernahkah anda merasakan dilema. Ketika di pikiran kita sudah “lurus” mengenai safety riding dan sudah menerapkannya dalam keseharian kita. Namun kita menemui suatu keadaan dimana merupakan sesuatu yang baik, tetapi hal yang baik tersebut bertentangan dengan hati kita mengenai safety riding.

Contohnya adalah sebagai berikut:

Si Yanto adalah seorang pemuda bekerja di kota kabupatennya. Kebetulan dia tinggal di desa dan setiap hari melintasi jalan desa. Dia kebetulan cukup intens mengenai safety riding. Setiap riding Mega Pro primusnya harus pakai helm, jaket, glove dan sepatu. Walaupun di desa tidak pernah ada polisi yang melakukan operasi, dia tetap memikirkan keselamatan dirinya.

Suatu saat sewaktu pulang kerja, dia melihat tampak seseorang yang dikenalnya tampak duduk di depan suatu warung tampak gelisah. Kondisi sudah sore dan sudah mulai sepi. Orang tersebut adalah Yuni, adik kelasnya semasa SMA dan masih tetangga desa. Semasa sekolah Yanto kebetulan seneng juga melirik Yuni karena biasanya naik satu Angkutan Umum yang sama, namun tidak berani untuk lebih. Yanto yang jalan pelan kemudian berhenti dan menanyai Yuni:

Yanto : “Lho, sudah sore kok masih di sini Yun, apa bapakmu belum njemput ?”

Yuni : “Eh mas Yanto, iya nih, tadi habis pulang kerja diajak teman-teman kantor ke Mall dulu, lupa ngabari bapak. Eh sekarang ditelpon ndak diangkat-angkat, mana sudah mau magrib lagi.”

Yanto dengan malu-malu ngarep plus agak sungkan-sungkan namun seneng kemudian menawarkan bantuan. (Kesempatan jadi pahlawan nih….pikir Yanto).

Yanto : “Ya udah, bareng aku aja yuk, nggak ada yang marah kan?” (kata-kata pancingan ditebar)

Yuni : “Mmm….ndak ngerepotin nih?”

Yanto : “Ndak papa…ngomong-ngomong kamu bawa helm ndak?”

Yuni : “Ndak bawa mas, wong cuma dari sini ke rumah juga ndak ada polisi kok.”

Yanto kemudian termangu sesaat…(Waduh gimana nih, aku kan harus selalu safety in riding, kalo memboncengkan orang tanpa helm…apa kata Mbah Edo :mrgreen:…tapi…ini kesempatan buat membuka jalan. Aku jomblo dia juga sepertinya masih sendiri…sudah sama-sama kerja….hmm..gimana nih….)

Yuni : “Gimana mas?”

Yanto kaget, dan karena sudah membayangkan bunga-bunga nan indah di pikirannya, maka segera saja dia menjawab…

Yanto : “Nd..ndak papa..ayo naik aja di motor jelek ini..bener nih ndak ada yang marah?”

Yuni : “Ndak ada yang marah kok..jangan-jangan pacar mas Yanto yang marah nih?..”

Yanto : “Wah orang jelek gini mana ada yang mau..”

============================================================

Dan seterusnya, silahkan tonton kisah sinetron selanjutnya di televisi langganan anda.. :mrgreen:

============================================================

Pernahkah anda menghadapi dilema seperti cerita Yanto di atas? Bagaimana sebaiknya kita bersikap jika kita berniat menolong seseorang yang kita kenal dengan memboncengkannya namun berlawanan dengan pendapat hati kita?

WordPressed by Android on The Galaxy

Iklan

35 pemikiran pada “Dilema Pengendara Motor

  1. ane malah kebalikan, nawarin tumpangan ke temen yg lagi jalan kebetulan tujuan kita sama, dia malah ga mau soale ga ada helm. padahal jarak tujuan deket ga sampe 2 kilo.

    Suka

  2. Pernah mbah… :malu:
    TKPnya di kantor, ada adik alumni kampus yang sekarang jadi kolega. doi biasanya jalan ke prapatan buat naik bis, tapi karena jauh, yaah ane boncengin aja sampe prapatan.. :p

    Suka

  3. bawa helm dua apa susahnya sih, katanya sering ikutan safety riding, biasanya kan sok dapet helm gratisan dong…he he he, kalo saya sih tegas, karena dalam pikiran saya sayalah yang bertanggung jawab kalau sampai ada apa-apa sama pembonceng nanti…

    Suka

  4. saya pernah kayak gitu, cewek, cakep, tapi nekat! ya sudah saya minta doi kirim sms dulu ke ortu n sahabat deketnya kalo ada-apa bukan saya yang nanggung, alhamdulillah sih gpp sampe rumahnya tapi ya itu semenjak kejadian itu saya selalu bawa helm dua, daripada ada penumpang cakep kita anggurin kan..

    Suka

  5. Pernah mass…. sama temen kuliah…. dia yg minta anter.

    waktu itu ga’ pake helm, maka dari itu sya pilih jalan tikus, yg muter2 & jauh,,, eh…….. bsoknya dia ga’ mau ikut lgi krna jalur yg qu ambil terlalu jauh.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s