Sein Warna Biru


Suatu hari yang cerah di suatu  lampu merah di kota Cilacap, motor di depan saya tampak menyalakan lampu sein-nya bagian kiri. Kebetulan warna seinnya tidak standard kuning namun berwarna biru senada dengan warna stripping motornya. Bagus sih cuma apakah fungsinya optimal? Soalnya dari jauh agak-agak tidak terlihat.

Lampu sein standarnya adalah berwarna kuning (atau agak jingga), baik itu bohlam putih kaca kuning atau bohlam kuning kaca bening. Kira-kira kenapa ya, sein itu mesti berwarna kuning. Kan motor aing kumaha aing, jadi suka-suka dong?

Nggak usah dibahas motore nyong sekarepa nyong, tapi cari secara logika saja:

Kenapa lampu sein berwarna kuning? Menurut Wikipedia adalah sebagai berikut : Dipilih warna kuning sebagai warna lampu sein karena warna kuning kelihatan dari jauh di siang hari atau pun malam hari. Selain itu ketika hujan warna kuning juga tetap dapat dilihat dengan jelas.

Barangkali bisa dilihat dari grafik perbandingan panjang gelombang seperti dibawah ini:

Terlihat warna kuning lebih besar panjang gelombangnya dibandingkan warna biru. Lho paling panjang kan merah, kenapa nggak merah aja? Yah, kita tahu warna merah sudah digunakan oleh lampu rem. Kalo sama-sama merah nanti rancu.

Jadi sebaiknya kita pakai standar saja, karena sudah diperhitungkan oleh para ahli pastinya. Atau kalo orang sini alasannya bukan karena ilmunya, tapi karena : Biar nggak ditilang polisi. Kan dalam suatu operasi polisi kita kalo bisa menghindari hal yang bisa dipermasalahkan. Kalo nggak ya ditilang.

Pernah menjadi tren, polisi menilang motor ber-sein selain kuning. Bahkan sampai pukul rata kepada motor-motor baru yang berkaca sein bening tapi bohlamnya kuning.

Buka-buka file lama, ternyata nemu juga foto lain motor bersein biru, di daerah Benhil tepatnya Jalan Kyai Haji Mas Maskur eh Mansyur.

Iklan

16 pemikiran pada “Sein Warna Biru

  1. hadooh, saiki do sak karepe dewe,,,
    Lampu rem dibuat bening, headlampnya malah di smoke merah,,,,
    Ckckckk,,, maksude opo jal,,,,

    Suka

  2. “Jadi sebaiknya kita pakai standar saja, karena sudah diperhitungkan oleh para ahli pastinya. Atau kalo orang sini alasannya bukan karena ilmunya, tapi karena : Biar nggak ditilang polisi. Kan dalam suatu operasi polisi kita kalo bisa menghindari hal yang bisa dipermasalahkan. Kalo nggak ya ditilang.”

    setuju banget deh …
    nice info
    salm suksess selallu
    thanks ..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s