Saya Ada Hajatan, Jadi Jalan Saya Tutup!


Ketika melintasi jalan Sukarno – Hatta Cilacap, jalur dengan median ini ditutup dengan papan dialihakan, atas nama Satlantas juga disponsori oleh dealer Yamaha juga. Hmm….ada apakah? Ada event apa kira-kira?

Oooo ternyata ada warga yang hajatan. Kebetulan rumahnya kurang halamannya, jadi “menyewa” jalan umum. Sebenarnya jika melihat kondisi hal ini tidak terlalu menggangu karena masih ada lajur sebelah yang cukup lebar. Juga ada alternatif jalan lain yaitu jalur lingkar timur melewati PLTU. Kebetulan juga jalur ini bisa dibilang tidak terlalu ramai, karenanya banyak digunakan untuk memacu kendaraan.

Namun jarak antara bukaan median lumayan panjang. Jadi bagaimanapun pasti banyak pengguna jalan yang merasa penutupan ini “a little bit annoyying”, karena kenyamanannya terganggu. Tadinya bisa sedikit santai dari gangguan, ketika  jalurnya ditutup, harus pasang konsentrasi lebih seperti jalan sebelumnya.

Ngomong-ngomong peratuarannya bagaimana yah? Kalu ada papan penghalang atas nama satlantas seperti itu pasti sudah di ijinkan oleh pihak kepolisian.

UU No.22 Tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan Raya kalau tidak salah disebutkan pengguna jalan selain untuk keperluan lalu lintas ikut bertanggungjawab terhadap akibat yang ditimbulkan dari penggunaan itu.

Lha yang seperti ini siapa yang tanggung jawab?

Dinas Perhubungan, atau Kepolisian atau pemilik hajatan? Pemilik hajatan bilang :”Kan sudah ijin polisi” 😦

Iklan

34 pemikiran pada “Saya Ada Hajatan, Jadi Jalan Saya Tutup!

  1. untuk daerah yg blm terlalu padet lalu-lintasnya mungkin masih “dibolehkan” seperti di banyumas juga sering ada yg sperti itu, kalo di kota2 besar pasti ga boleh..kecuali sanggup setor upetinya lebih besar….

    mendingan sewa gedung seperti yg dibilang PBNB, terima beres ga ribet kalo seperti dirumah sendiri 😀

    Suka

    • Bah di daerah saya kawasan Jemb. 5, Jakarta Barat yang super padat, tiap malam minggu pasti harus putar otak karena ada aja jalanan yang ditutup untuk kawinan.. jadi di kota2 besar pun ada beginian.. masalah upeti nggak tau deh, tapi yg jelas kebanyakan di sana (maaf) nggak mampu nyewa gedung..

      Suka

  2. padahal saya paling sebel dengan yang beginian, apalagi kalo sampe nutup jalan, mbok ya.. sewa gedung aja to.., syukuran yang seharusnya acara mengungkapkan kebahagiaan malah jadi merugikan orang lain

    Suka

  3. lah di Jakarta lebih parah lagi, jalan dalam kampung sempit yang lewat mobil2 besar, tiap ada hajatan (juga termasuk acara dzikir massal) pake acara nutup jalan. Belum lagi yang punya mobil parkir di pinggir jalan padahal punya garasi. wis pokokmen dalane dewe ra ngurus wong liyo

    Suka

  4. Padahal pelakunya MUNGKIN salah satu yg mengkritik presiden waktu hajatan dulu… Padahal nek MENURUTKU presiden hajatan trus arus lalu lintas di alihke sementara iku y wajar… Lah wong tonggoku sing wong tani biasa nek hajatan y mblokir dalan mbarang kok 😛

    Suka

  5. pantesan kenapa sekerang gedung pertemuan pada sepi padahal ini musim kawain, ternyata o ternyata, yang punya hajat milih ngadain pesta dijalan.

    Suka

  6. Ping balik: Penguasa Tiga Arah « Learning To Live

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s