Glove Itu Belum Umum


Gambar dari : Roso

Glove bagi seorang biker adalah teman wajib ketika mengendarai motor. Tapi, sarung tangan tersebut ternyata masih belum umum dipakai oleh mayoritas pengendara sepeda motor. Bukan lagi barang aneh, namun tetap belum umum.

Lihatlah di jalanan, atau di lampu merah seperti foto di atas. Sangat sedikit yang menggunakan sarung tangan. Pantas saja saya dibilang “Seperti Pembalap” oleh teman satu kantor karena menggunakan Glove ber-knuckle protector. Jadi glove itu disebut barang umum oleh orang kebanyakan jika menggunakan bahan kulit imitasi atau rajutan seperti yang banyak dipakai perempuan. Atau juga berbahan kain dengan tempelan karet-bukan protector-, baik yang full atau setengah jari. Kalo ada glove yang “serius” malah aneh.

Padahal glove itu jelas melindungi telapak tangan, jari juga sendi-sendinya minimal dari lecet atau kulit terkelupas. Selain itu juga melindungi penampilan tangan kita dari sengatan sinar matahari.

Makanya kartun di Pos Kota seperti gambar pertama bagus sekali untuk di sosialisaikan. Jujur saja baru kali ini saya lihat ada anjuran memakai glove dari media massa. Bukti bahwa glove itu masih belum umum.

Iklan

21 pemikiran pada “Glove Itu Belum Umum

  1. Sik rodo dilema ki nek jarak e ming cedak…(mangkat kerja),mesti omongane cah2 tambah rame.. :mrgreen:
    “nggo kaostangan barang…arp nandi to wkwk……”

    Suka

  2. Ping balik: Glove Itu Belum Umum Part 2 – Bima Satria Garuda Juga Belum Pake | Learning To Live

  3. Ping balik: Pakai Glove Tapi Tidak Pakai Helm | Learning To Live

Komentar ditutup.