Melanggar Lampu Merah


image

Melanggar lamu merah, itu jelas seuatu yang salah. Tapi pernahkan anda mengalami kejadian seperti berikut:

Pagi hari seperti biasa orang-orang berangkat menuju tempat bekerja dengan mengendarai sepeda motor. Dari jalur lambat Si A bergabung dengan jalur utama. Ketika masuk ke jalur utama tersebut, tampak lampu merah di depan sedang menyala hijau. Namun sesaat kemudian ketika sudah mendekat, lampu lalu lintas berganti menjadi menyala kuning. Semua kendaraan berlomba-lomba untuk lolos dari lampu merah. Kanan, kiri, depan, belakang semuanya menambah kecepatan. Agak ragu-ragu Si A mengikuti ritme kendaraan lain. 

Si A melirik di spion tampak kendaraan roda empat juga berlaku demikian. Antara ya dan tidak Si A berjalan dengan melirik lampu merah. Tepat menjelang Si A melintas di garis lampu, lampu berubah menjadi merah. Dilema terjadi, jika mengerem mendadak maka ancaman terbesar adalah ditabrak dari belakang oleh kendaraan lain yang bisa jadi adalah kendaraaan besar. Jika terus maka artinya melanggar aturan. Demi keselamatan diri, Si A terpaksa terus, melanggar aturan. 

Bagaimana pendapat anda?

=======================================================================

Bonus berita duka di lampu merah yang baru-baru saja terjadi:

Iklan

22 pemikiran pada “Melanggar Lampu Merah

  1. kalau yang dibelakang lebih kencang dan disinyalir mau nerabas ya udah sekalian terabas..daripada ketabrak trus mati konyol..
    cuma sebaiknya dibiasakan pas hijau juga ngga ngebut2 amat,supaya belakang kita juga ngga bejek gas,jaga2 kalau tiba2 merah jadi bisa sama2 mengerem dengan selamat sebelum garis.

    Suka

  2. Dilema kang Maskur. Tapi kita mencoba untuk menyesuaikan dengan keadaan. Selagi bisa “tertib” keadaan (lalu lintas) insya Allah itu artinya masih masuk batas toleransi. Maka, wajar dengan keadaan negara seperti ini, prilaku seperti ini ada.

    Jadi, tindakan yang perlu diambil oleh si A, adalah ikut rombongan. Toleransinya seperti itu kang Maskur. Always safty ridding 😀

    Suka

  3. ya gitu kang…tidak selalu penerapan aturan saklek begitu, kalo kita tidak flexible, melihat kondisi, akibatnya jg fatal..sama juga ketika kita memberi jalan bagi penyeberang di zebra cross, kita gk bisa serta merta langsung membari jalan, harus tau kondisi..kalo gk bisa2 malah bikin celaka tabrak belakang, bisa saja sih kita membela diri, tp tetep saja namanya kecelakaan bukan lagi siapa salah siapa benar..kecelakaan merugikan semua yang terlibat..

    nitip kang
    http://boerhunt.wordpress.com/2012/03/16/apa-perbedaan-sudut-pandang-kendaraan-off-road-dipakai-on-road-dengan-on-road-dipakai-off-road/

    Suka

  4. klo bisa memang nyante, tp biasa klo dah terlanjur ‘cepat’ biasanya terlanjur ditembus aj lampu merahnya, sambil berharap ga terjadi apa2..

    intinya jgn smpe ada ‘kecelakaan;..

    Suka

  5. salahnya,, lampu nyala kuning malah pada berlomba2 ngegas agar gak keperangkap lampu merah,,. sejatinya kita harus siap2 berhenti.. kayaknya kalo keperangkap lampu merah dah kayak kepecat dari kantor aja 😆

    Suka

  6. Prinsipnya kalau ketemu traffic light itu siap-siap berhenti(kec sedang/rendah, bukan malah ngegas balapan sama lampu merah), jadi bukan berhenti mendadak sampai menggulingkan muatan kontainer. Yg diatas jelas salah sopir kontainer. Nah kalau kejebak lampu merah setelah melintas (sebelumnya hijau), mesti terus karena mestinya arah jalan lain belum hijau (masih ada jeda). Jadi jalan terus tapi… jauhi pak polisi 😀 (kalau ada polisi didepan, mending belok kanan/kiri). Bisa jadi malah disalahkan dan ditilang 😀 .

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s