Ukhti, Singkaplah Hijabmu Sedikit Saja


Untuk akhi dan ukhti, barangkali hal ini bisa menjadi perhatian…

Afwan, ana tahu pasti antum memahami bahwa ikhtiyar itu penting. Hijab itu wajib hukumnya. Namun menjaga keselamatan juga wajib. Keselamatan diri sendiri juga wajib. Namun kita juga wajib memikirkan orang lain.

Ukhti, singkaplah hijabmu sedikit saja, agar ana bisa mewaspadai kemana kendaraan suamimu bergerak. Ana yakin, antum bisa mengatur hijabmu agar menutup aurat dengan sempurna namun tidak menutupi lampu rem dan lampu sein, agar 2 indikator itu bekerja dengan baik. Karena lampu itu merupakan bentuk ikhtiyar keselamatan. Ana agak terkejut ketika motor suamimu ternyata berbelok. Jazakillah khairan katsira.

Terkait :

Iklan

29 pemikiran pada “Ukhti, Singkaplah Hijabmu Sedikit Saja

  1. setuju :mrgreen:
    diangkat sedikiiit aja buntut jilbabnya ato kl mau rajin ya di pegang aja sedikit bntut jilbabnya krn akan banyak manfaatnya saat naik motor dalam hal ini boncenger.

    Suka

  2. hijab untuk menutup aurat, tapi kalau seperti itu malah jadi pusat perhatian. mungkin bisa “disederhanakan” untuk kita orang indonesia. ya Allah, maafkan kami tidak bisa dengan sempurna melaksanakan agamamu.

    Suka

  3. belakang jilbabnya didudukin aja atau motornya dipasaing top box… suaminya jg mesti sering2 ngecek sebelum motor jalan.

    #pengalaman pribadi

    Suka

    • mmang apa rasionalisasinya kondisi arab yg pnuh pdang pasir dg model jilbab yg smpurna mnutup aurat.
      prluaslah ilmu agama, karena kewajiban kaum wanita untuk menutup auratnya itu dlm SETIAP KEADAAN APAPUN. Allah SWT mutlak memerintahkan qta kaum wanita untuk menutup aurat sec. sempurna, tanpa trkecuali, sprti krena faktor lingkungan yg pnuh padang pasir atau lainnya..
      jd caranya saja yg prlu qta modifikasi sprti di pegang atau diduduki agar tidak mnutupi lampu mtor.
      karena keselamatan jiwa =mnutup aurat adalah sama2 perintah Allah SWT.
      berhijjab= pahala
      mmakai jilbab tp sperti tak berhijjab= stengah2.

      Suka

  4. kselamatan jiwa mmang sangat pnting, tp ma’f, hijjab, menutup aurat bagi kaum wanita atau akhwat tidak bisa di sederhanakan, karena Allah SWT mutlak memerintahkan qta kaum wanita untuk menutup aurat sec. sempurna, jadi bukan hijabnya yg harus di sderhanakan atau di pendekkan, jngn smpai kita mmakai jilbab tp sperti tak brhijjab. tjd caranya saja yg prlu qta modifikasi sprti di pegang atau diduduki agar tidak mnutupi lampu mtor.

    Suka

  5. oya untuk temen2 akhwat, sekedar mengingatkan

    >>pengalaman melihat langsung

    2 kali sy melihat perempuan pakai rok naik kendaraan (dibonceng dibelakang), tiba-tiba terjatuh karena rok_nya masuk ke dalam jeruji ban belakang, jadi harus hati-hati supaya tdk terjatuh

    *pengalaman terakhir melihat perempuan dibonceng dibelakang, berhenti di lampu merah, saat itu berfikir “wahh.. ini klo rok_nya masuk jeruji bisa jatuh, tapi karena merasa gak enak untuk ngingetin (karena takut salah), jadinya sy diem aja..

    selang beberapa menit, tepat didepan kendaraan sy perempuan itu terlempar ke belakang karena rok_nya masuk ke jeruji belakang, untungnya saat perempuan jatuh dibelakangnya tdk ada kendaraan

    so hati2 dijalan, klo bisa waktu naik kendaraan (bagi yg dibelakang) jgn biarkan rok masuk jeruji (untuk keselamatan)

    Suka

  6. Ping balik: Syar’i Itu Wajib Tapi Ihktiyar Jangan Dilupakan | Maskur's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s