Jejak Terakhir Siemens Mobile


image
Di lantai 2 sisi barat Bandung Electronic Center, saya temukan banner seperti di atas. Siemens Mobile, nama yang dulu terkenal, namun sepertinya asing bagi generasi sekarang.

Mengherankan juga karena banner ini masih terpasang, sedangkan termasuk CX75 dan M75 adalah generasi terakhir Siemens Mobile. Kurang lebih tahun 2005, 7 tahun yang lalu, waktu yang relatif lama untuk ponsel yang berkembang begitu cepat. Setelahnya, Divisi Mobile Siemens diakuisisi Benq, yang ternyata juga tidak sukses.
image
Mari kita tengok sejarahnya.
Siemens, brand Jerman ini pernah singgah di hati konsumen Indonesia. Terkenal dengan durabilitas dan kecanggihannya. Namun mengedepankan 2 hal itu tidaklah cukup tanpa faktor user-friendly. Orang sudah terpengaruh brand Nokia yang “mudah dipakai”, bisa ganti casing dan fitur hiburan lain. Jadi hanya orang yang fanatik yang memakainya. Ini cerita era ponsel monophonik atau serie 35 dan 45, dimana ME45 adalah yang paling terkenal sebagai ponsel outdoor namun canggih. Ditambah SL45 sebagai pelopor ponsel ber MP3 player. Atau S45 yang jadi sponsor Formula1.
image

Masuk era polyphonic, Siemens justru down di segmen atas. S55 dan SL55 cuma berfitur biasa saja. Yang bisa diterima justru seri bawah dengan C55 yang cocok dengan anak muda bahkan cenderung girly. A55 yang merupakan versi paling murah juga sering lihat. Ada juga M55 dengan konsep machonya, namun tidak membawa roh seri M yang identik dengan outdoor.
image
Masuk era layar warna, Siemens makin keteteran dengan merk lain. Seri A65 dan C65 lemot, minim fitur mudah rusak. Seri M65 kembali ke platform outdoor namun minim fitur. Seri S65 agak canggih namun tidak ada apa-apanya dengan ponsel ber-OS symbian milik Nokia. Makin langka ponsel ini dijumpai.

Seri 75 adalah upgrade terakhir yang ternyata juga tidaklah terlalu banyak perubahan berarti dengan seri 65. Tamatlah riwayat Siemens Mobile, yang punya basic canggih namun “sombong dengan ke-Jermanannya” seperti dikatakan Kompas. Kalo di motor barangkali mirip dengan Suzuki, canggih tapi tidak mau berkembang. Semoga saja nasib Suzuki tidak seperti Siemens Mobile ini.

#Penulis adalah mantan pengguna Siemens:C32, A50, C45, S45, S65.

WordPressed by Samsung GT-S5830

Iklan

44 pemikiran pada “Jejak Terakhir Siemens Mobile

  1. hehe.. jangankan itu.. dulu pertama kali kerja di S*emens, langsung cari dimana bagian produksi HP.. eh, ternyata ga ada.. HP cuma impor doang..

    sekarang Siemens gabung dengan Nokia dibagian infrastructure BTS (jadi NSN = Nokia Siemens Network).. dan cuma itu yg tersisa dari siemens di bidang telekomunikasi..

    *mantan pengguna ME45.. yg lagi nungguin Ice Cream Sandwich untuk Sony Ericsson Xperia Pro (SE X Pro)
    #eh, klo disingkat koq rasanya aneh… :mrgreen:

    Suka

  2. Pernah ada Siemens C35 singgah di rumah. Punya Ayah. Ribet pengoperasiannya. 2 softkey tapi 3 tombol. Ada yang terlupa belum dibahas. Ini ponsel canggih. Siemens SX-1 😀

    Suka

    • benq siemens gak laku. Siemens banyak kok, dalam hal ini divisi mobile.

      Di di dkt pasar mingggu (atau tanjung barat ya…lupa) ada gedung siemens

      2012/4/25,

      Suka

  3. pernah melihara c55 sma sx1,wow ni hp ajib bgt,symbians,soundnya mantap,setara dg seri w nya soner,bentuknya unik.sayang keduanya lenyap diembat maling.

    Suka

  4. Padahal user interface (fungsi tombol- ah) ponsel sekarang niru siemen zaman dulu
    siemens terlalu banyak tombol untuk zamanya
    maklum nokia saat itu ngandelin tombol “C” 😀

    Suka

  5. pernah punya siemens c55,tuh hp walau keliatan ringkih tapi kuat
    kebanting berkali2 ampe batre nya copot masih aja hidup,layarnya pun normal2 aja gk kayak nokiyem

    babeh dulu fanatik siemens alesannya selain kuat penerimaan sinyalnya lbh bagus daripada nokia,maklum lah dulu sinyal hp gak sekuat skrg 😀

    Suka

  6. HP Siemens MP3 pertama itu SL45 bukan SE45. Selain itu seri SE55 tidak ada, yang ada SL55 yg imut. HP siemens pertama yg berwarna adalah S25 meskipun variasi warna sedikit kalo ga salah. Masa jaya siemens dari seri 25, 35, 45. Masa kelam siemens dimulai dari seri 55 realease lama dan sudah ketinggalan fitur. Thanks.

    Eks pemakai siemens S25, C35, S35, SL45, M55, C65, S65, S75. 😀

    Suka

  7. siemens tetep jadi hp terkuat yang pernah saya pakai, dilempar dari lantai 2, masuk dalam pasir, kecebur dalam air, kejemur dalam panasnya mobil… tetep sehat, namun sayang ilang jatuh dijalan…

    Eks Siemens A55 user 🙂

    #sekarang lg maen recless racing2 di O1 :)#

    Suka

  8. Pantesan Aja Hp Siemens sudah tidak tercamtum lagi di majalah tabloid sinyal tabloid kesukaanku
    udah bangkrut to
    iya nih Salah satu penyebabnya karena Siemens gak mau mengembangkan fitur2 lainnya
    fitur2 nya hanya itu2 aja

    selain itu jika pada awal tahun 2006 Semua ponsel menggunakan kartu memori Micro SD untuk kapasitas yg lebih besar, Siemens
    masih MMC paling banyak 512 MB
    Gimana tidak anjlok pasarannya

    Suka

  9. Hp pertama A35, cuma 1 bariz… Ztelah itu ganti S45, SL45, zampai M55 zi kalajengking,,,, Terakhir pake BenQ Siemenz S88, tapi dipinjam maling gak bilang2,,,, Pokoke Ziemens ciamik dah,,,

    Suka

  10. Saya sekarang msih pakai siemens M75, masih ON, batere nggak drop, bodi udah lecet, tp msih aktif. kalo ada lagi yg versi android aku mau beli. udah 8 tahun, still alive!!!! Bravo

    Suka

  11. Saya sekarang msih pakai siemens M75, masih ON, Dos, buku, kartu garansi msh utuh, batere nggak drop, bodi udah lecet, tp msih aktif. kalo ada lagi yg versi android aku mau beli. udah 8 tahun, still alive!!!! Bravo

    Suka

  12. Saya penguna siemens mulai terjadul sampai terakhir sx1 & s81
    Karena itu profile saya pernah dibuat teaser sebagai loyal customers siemens mobile indonesia yg ditayangkan pada acara extravaganza gala dinner with siemens saat launching sk65 dan saya lupa type (sliding model)
    Kalau ada yg punya file videonya boleh kirim ke saya sekedar buat kenang²an bersama siemens mobile indonesia
    Thanks

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s