Kenapa Sepeda Tidak Pakai Spion


Sepeda (onthel) dulu adalah alat transportasi setingkat dengan sepeda motor kini. Sekarang lebih banyak digunakan sebagai alat rekreasi atau olahraga. Di jalan raya masih kita temui pengguna sepeda yang membaur dengan kendaraan cepat lainnya. Selain kalah jumlah, perilaku pengendara sepeda itu juga tidak “sejalan” dengan kenadaraan bermotor lainnya. Pesepeda sering tidak perduli dengan peraturan, misalnya melanggar lampu merah atau melawan arus.

Bingung juga, karena sepeda merupakan kendaraan tak bermotor, sedangkan jalan raya itu sepertinya untuk kendaraan bermotor. Jadi wajar dong mereka tidak terikat peraturan hehehehe…

Ada satu hal yang sepertinya penting, yaitu spion pada sepeda. Posisi mereka ketika di jalan jelas ada di paling kiri. Ketika akan berbelok ke kanan, mereka sering kali menengok ke belakang, sambil gowes sambil pegang stang sebelah (karena tangan yang satunya melambai-lambai sebagai kode akan berbelok)<—–Posisi yang labil.

Padahal mengendarai sepeda itu aslinya jauh lebih tidak stabil dibanding sepeda motor. Kenapa sepeda tidak pasang spion sehingga mereka lebih awas dengan kondisi di belakang. Demi keselamatan pesepeda dan juga pengguna jalan lain. Seperti yang pernah saya alami di sini, karena menghindari sepeda.

Sumber gambar : tandem-bicycle-central & sjscycles

Iklan

14 pemikiran pada “Kenapa Sepeda Tidak Pakai Spion

  1. di motor ajayang kenceng dan kalo jatuh bisa menimbulkan patah tulang gagal jantung serta impoten saja di lepas kang, apa lagi kalau di sepeda,

    dulu sepeda ada lampu buat penerang sama penanda kalo di pake di malem hari, sekarang juga ga ada

    dan lagi pemikiran orang indonesia yang besar yang salah, jadi sepeda, mau gimanapun juga salah, mau ketabrak karena sruntulan juga pasti yang salah yag nabrak,

    kecuali hukum uda adil, barupah pesepeda sadar pasang spion 😀

    Suka

  2. mungkin merujuk pada regulasi internasional kang, kalo diwajibkan di negeri ini, sementara regulasi internasional gk ada, bisa jadi bahan tertawaan, dianggap mengada2, yg wajib dulu itu seluruh kendaraan bermotor atau tidak, wajib memakai penanda atau reflektor, dan seingat ane, dulu becak juga wajib ada lampu minyaknya, kalo gk bisa dimarahin polisi..entah knp skrg aturan itu mungkin sdh dianggap tidak relevan krn sudah diambil alih oleh tanggung jawab pemerintah memberikan penerangan jalan.. cmiiw

    nitip kang..
    http://boerhunt.wordpress.com/2012/05/12/kasus-jatuhnya-sukhoi-tdk-perlu-debat-kusir-boleh-tidaknya-menghidupkan-hp-lakukan-saja-ini/

    Suka

    • Nggak perlu merujuk regulasi internasional sebetulnya kang buat hal seperti ini, apa yang sesuai dengan masyarakat internasional belum tentu sesuai dengan kita. Kita bisa bikin riset untuk menentukan regulasi apa yang pas buat lalu lintas kita. Saya pikir gitu :mrgreen:

      Suka

  3. Ping balik: Saya Takut Naik Sepeda | Learning To Live

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s