Yang Usang, The Orange Box Story


Di kala itu benda ini cukup menolong. Dari pada jauh-jauh naik sepeda ke kantor pos, lebih baik taruh di kotak pos dekat kelurahan saja. Nanti petugas pos akan mengangkutnya ke kantor untuk selanjutnya dikirimkan ke alamat tujuan.

Masih ingat sahabat pena di majalah-majalah?

Masih ingat mengirimkan hiburan dengan kartupos unik? Bahkan sekedar symbol smileys juga dengan kartu pos yang diterima berhari-hari setelah kita tulis?

Sekarang, kirim surat tinggal SMS, kirim smileys tinggal MMS, atau email atau messenger.

Orange box is still standing on the roadside, until it’s removed by the rust

Sekedar nostalgia tahun 90-an (80-an atau 70-an)

Iklan

19 pemikiran pada “Yang Usang, The Orange Box Story

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s