Dibalik Daun Pisang


Hari pertama puasa kemarin pagi-pagi saya hendak isi bensin. 20 meter sebelum SPBU ada kerumunan orang, ada mobil bak mengangkut orang. Dan…ada apa dibalik daun pisang itu….hiiii ngeri membayangkannya, pastinya itu darah!

Setelah isi bensin saya mendekat. Memang baru saja terjadi kecelakaan antara dua sepeda motor. Lokasinya adalah jalan utama dengan aspal yang baru di overlay dengan hotmix yang halus mulus dan ada jalan kecil yang nyambung dengan jalan utama tersebut.

Beginilah kondisi motor (katanya) penabrak.

Kalo ini motor yang (katanya) ditabrak

Debris!

Beginilah gambaran kejadian menurut orang-orang yang ada di lokasi. Supra Fit (hitam) dikendarai bapak-bapak hendak masuk ke jalan kecil. Jupiter Z (biru) dikendarai anak SMA laki-laki berboncengan dengan teman perempuan. Si bapak sepertinya di tabrak, jatuh dengan helm masih terpasang, sementara si penabrak helmnya lepas. Si pembonceng sepertinya tidak apa-apa, hanya ada gores merah di dagunya. Setiap lewat selelu terbayang kengeriannya. Semoga mereka yang tabrakan selamat.

Siangnya, terjadi hal yang mirip, namun melibatkan Avanza dengan bus AKDP.

Hati-hatilah di jalan. Yang sudah hati-hati, tambah terus kewaspadaan. 

 

 

 

Iklan

15 pemikiran pada “Dibalik Daun Pisang

  1. numpak montor kudu sesuai jalan, kalo jalan sibuk yo pelan, kalau jalannya lancar ya sesuaikan dengan kendaraan lain kecepatannya. jangan yakin dengan apa yang didepan kita jika tidak melihat lepas 30-50 meter didepan kita.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s