Yamaha Fino, Membuka Kembali Asumsi Saya 2 Tahun Yang Lalu


pict from : karismahideung

Melihat Yamaha Fino, tampaknya cukup jarang melihat motor ini di jalanan ataupun di parkiran. Artinya…ya nggak laku. Jadi ingat tulisan saya 2 tahun yang lalu. Saya berpendapat trend motor retro-classic itu tidak bertahan lama. Sempat booming tapi kalo trend berubah maka akan surut. Orang akan senang dengan sesuatu yang modern, buktinya Vario 125 laris manis.

Berikut tulisan saya 2 tahun yang lalu:

Honda Scoopy, Sekedar Asumsi Saya

Seorang teman kantor saya ngirim email tentang Honda Scoopy.

Emailnya begini:“Analysa Honda Scupi menurut kamu ki piye, dilihat dari semua segi ( kelebihan dan kekurangannya missal irit, keawetan mesin, kecepatan, ketangguhan dll)” ….

Scoopy menyasar kaum muda, ABG, atau bahkan 4£@¥. Itu dibuktikan dengan warnanya yang remaja banget, seperti pink, putih dan ungu. Remaja atau anak gaul itu selera dan trend-nya cepat sekali berubah. Jadi bisa saja Scoopy jadi trend anak muda, namun seiring trend berubah, Scoopy bisa juga ditinggalkan.

….

“jika trend sudah lewat, orang-orang sudah bosan, harga jual jatuh…….”

Read More

Iklan

11 pemikiran pada “Yamaha Fino, Membuka Kembali Asumsi Saya 2 Tahun Yang Lalu

  1. Ah ga juga. Retro yang ada sekarang ga seperti retro yang sebenernya. Karena kesan modern masih fifty fifty. Ga seperti varian varian vespa.

    Belum lagi kecanggihan yang ditawarkan minim. Helm in, irit aka injeksi. Lihat saja nanti scoopy injeksi dengan fitur terbaru dan tampilan yang lebih kompetitif dari vespa bakal laris manis (scoopy dengan ring kecil + gambot)

    Suka

  2. secara umum memang mindset konsumen mengarah kepada desain yang futuristik/modern.. kalo retro itu memang segmented, so dari segi angka penjualan pasti tidak akan sebagus yang terkini dalam hal desain (dan teknologi). sangat disayangkan di saat honda udah kenyang jualan skupi dan peminat skutik retro berkurang, suzuki malah baru mau launching..kehilangan momentum nih suzuki..sama halnya dengan skutik nex yang kalah start dibanding mio series n beat..cmiiw

    Suka

  3. yang punya scoopy santai saja lah, kalaupun stop produksi, awalnya pasti harga bekasnya turun, itu karena sebagian pemiliknya (yang cuma ikut ikutan trend) akan menjualnya buru buru, namun dengan berjalannya waktu maka para pehobby retro klasik akan memburunya, nah saat itu harganya pasti akan merangkak naik perlahan lahan, (persediaan tetap – yang cari bertambah).
    contoh vespa, kymco dll, awalnya sempat jatuh harga bekasnya tapi sekarang sudah jadi barang hobby, jadi mahal lagi

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s