Perjalanan Ke Kampung Laut Part 2 – Suasana Desa Ujung Gagak


Menyambung cerita perjalanan ke Kampung Laut, kali ini tentang kondisis di sana. Kecamatan Kampung Laut menurut informasi terdiri dari 4 desa : Klaces, Ujun Galang, Ujung Gagak dan Panikel.

Klaces adalah ibukotanya karena disini terdapat Kantor Kecamatan. Klaces ini menempel ke Pulau Nusakambangan. Ujung alang adalah sebuah pulau di tengah Segara Anakan, endapan sungai yang menjadi daratan. Sedangkan Panikel dan Ujung Gagak adalah daratan yang bertambah luas karena endapan sungai, keduanya menempel ke Pulau Jawa. Yang saya datangi adalah desa Ujung Gagak

Dekat dermaga yang masih merupakan pintu masuk utama ke desa, pemukiman tampak padat. Jalanan masih belum di aspal, menggunakan paving block. Rumah-rumah mayoritas sudah berupa bangunan permanen berdinding tembok bata.

Makin ke dalam pemukiman makin jarang.

Pemukiman di bagian dalam, banyak yang berupa rumah-rumah seperti di daerah transmigrasi. Tanah di sekitarnya berupa rawa-rawa yang akan berisi air ketika air laut pasang.

Di sini tempat ibadah berupa masjid/mushalla ada 3 atau 4. Namun kendalanya adalah di air wudhu. Saya sempat dzhuhur di salah satu mushalla, bangunan cukup bagus, terawat, namun bersucinya harus tayamum.

Aktivitas masyarakat pada umumnya adalah Nelayan. Dapat dilihat dari orang-orang yang sedang menganyam jaring di depan rumah.

Menjemur ikan juga saya jumpai di beberapa rumah, namun tidak terlalu banyak.

Nah, ini dia yang paling menarik, Kepiting! Di Kecamatan Kampung Laut sepertinya Kepiting merupakan andalan. Terlihat dari perahu yang ketemu di sungai banyak yang membawa wuwu untuk menangkap kepiting.

Hehehehehe….Sayapun mendapat oleh-oleh kepiting satu kardus Gery seperti di atas. Lumayan dua hari sarapan paginya makan kepiting.

Masyarakat di Ujung Gagak punya kesenangan sabung ayam. Banyak kita jumpai orang-orang yang sedang “mengelus’ jagonya. Sempat juga saya melihat ada “pertarungan uji coba” di depan salah satu rumah di sana.

Pastinya yang beginian dekat dengan yang namanya Judi, sayang sekali.

Iklan

25 pemikiran pada “Perjalanan Ke Kampung Laut Part 2 – Suasana Desa Ujung Gagak

  1. Setekah saya searching di google tentang wudhu dengab air laut yang asin hukumnya halal. Tapi jika air laut sudah tercemar limbah pabrik industri maupun rumah tangga (wc) sehingga warna, rasa dan baunya berubah tak enak sebaiknya mencari air dulu. Nah kakau sudah tau ga ada air bersih ya mau ga mau dibolehkan bertayamum. Jadi air laut di sana layak atau tidak mas?

    Suka

    • aku sholatnya udah agak jauh dari air laut. tanya rumah sekitar juga gak ada. kalo di dermaga juga ada masjid kayak foto pertama itu.

      air lautnya ya asin lah. tuh kan aslinya selat…

      Suka

  2. Pak Haji Anaknya Nyabung Ayam…..!!!…. Astagfirullah…… Tapi Menang…!!!….. Alhamdullillahh……. wkwkwkwkw Guyon yo mazzzz….

    Suka

  3. Ping balik: Perjalanan Ke Kutawaru 1 | Learning To Live

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s