Perjalanan Ke Kampung Laut, Edisi Dua


Setelah Kampung laut edisi pertama, saya ternyata diberi kesempatan ke sana lagi. Kali ini saya akan menceritakan tentang perjalanan pulangnya. Saya sempat merekam perjalanan pulang ini dengan aplikasi My Tracks.

Resume perjalanan dari dermaga Ujung Gagak sampai Sleko Cilacap, kurang lebih seperti ini. Cuma 25 kilometer-an sebenarnya, namun karena kecepatan perahu yang cuma 16-an km/jam, jadi perjalanan ditempuh cukup lama, 1 setengah jam.

Awal perjalanan pulang cuaca cukup sejuk, angin sepoi-sepoi, airpun masih tenang jadi salah seorang penumpang masih bisa tidur di haluan perahu.

Ketika itu air agak pasang, jadi jumlah burung tidak sebanyak ketika surut.  Ketika surut beberapa macam bangau tampak mencari makan, kuntul, burung cucuk urang dan banyak macam lainya yang terlihat di tepi sungai yang berupa daratan.

Di dalam perjalanan, ada beberapa objek menarik, salah satunya benda berbentuk silinder dengan besi diatasnya membentuk lubang. Barangkali buat tambatan perahu.

Juga kita jumpai beberapa rambu lalu-lintas air, yang saya kurang tahu maksudnya.

Yang ini pasti artinya jalan sungai berkelok kelok.

Yang ini apa ya? Dilarang mendahului kah?

Kalo yang ini saya benar-benar tidak punya bayangan artinya apa?

Yang ini bukan rambu, tapi pelampung jaring atau semacam rumpon di tengah sungai.

Ketika perjalanan sudah hampi mencapai akhir, ditandai dengan terlihatnya daratan dan bangunan-bangunan di Cilacap, ombak makin meninggi. Angin juga semakin kencang. Ini sesuatu yang menarik, seraya menerjang omak di samudra, perahu berkali kali mengangkat, perahu bergoyang naik turun, air menyiprat membasahi yang ada di dalam perahu.

Gelombang tinggi terjadi karena beberapa faktor. Pertama karena sudah dekat dengan Samudra Indonesia, angin bertiup kencang, berada di pertigaan arus sungai dan juga karena siang hari. Kata tukang perahu nanti sore air akan tenang.

Perjalanan berombak dan membuat pakaian klebus ini berdurasi kurang lebih 20 menitan. Saya sempat merekam videonya namun cuma 10 menit-takun kamera kena cipartan air laut, dan memory penuh. Mau saya upload ke Yaoutube namun ukurannya terlalu besar, 800 MB.

Alhamdulillah sampai lagi ke “tanah jawa”. Syukur juga gelombang tinggi tidak terjadi sepanjang perjalanan, kalo iya dijamin mabok.

Iklan

9 pemikiran pada “Perjalanan Ke Kampung Laut, Edisi Dua

  1. Ping balik: Perjalanan Ke Kutawaru 1 | Learning To Live

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s