Pertigaan Membahayakan


Di dearah Karangklesem kota Purwokerto, ada satu tikungan yang sebenarnya berbahaya. Pertigaan tersebut adalah pertemuan jalan Sultan Agung dengan jalan Sunan Giri. Pertigaan ini membahayakan, karena tanpa lampu merah.

Mengapa membahayakan, ketika ada orang dari arah selatan (Jalan Sultan Agung) hendak berjalan lurus ke Jalan Sunan Giri rawan ditabrak kendaraan dari Jalan Sultan Agung yang berlawanan. Seperti terlihat Jalan Sultan Agung merupakan sebuah tikungan cepat, jalur lebar, perkerasan hotmix, arus kendaraan cukup padat karena merupakan jalur ke arah terminal Purwokerto. Dari arah terminal, kondisi lalu lintas dari arah berlawanan pas di tikungan tidak terdeteksi.

Pengalaman saya ketika dari Sokaraja terus masuk Jalan Sunan Giri, saya belok kanan beberapa meter sebelum pertigaan/ belokan, kemudian terpaksa sedikit melawan arus. Yah demi keselamatan pribadi dan tidak mengagetkan pengendara dari arah Terminal.

Untuk diberi lampu lalu lintas sepertinya agak tidak mungkin, mengingat Jalan Sunan Giri adalah jalan kecil, bisa dibilang jalan kampung.

Ternyata di Cilacap juga ada pertigaan yang mirip, bahkan tiap hari saya lewati. Memang tidak sepadat yang di Purwokerto dan jalannya tidak telalu mulus, namun yang lewat justru truk-truk besar dan panjang, jadi tetap saja membahayakan. Pertigaan ini ada di Jalan MT Haryono, Lomanis, jalan yang kecil menuju kawasan industri Cilacap bagian belakang dan pelabuhan penyeberangan.

Entahlah, tapi selama ini pertigaan semacam ini sepertinya di biarkan.

Antara Purworejo – J0ga juga saya dapat dua pertigaan yang mirip, misalnya yang arah Brosot, tapi di sini telah terdapat lampu lalu-lintas di sana, jadi lebih terkendali.

Kalo tidak salah ada satu lagi, sepertinya menjelang kota Wates.

Iklan

17 pemikiran pada “Pertigaan Membahayakan

  1. kayane kuwe daerah karangnanas kang… cmiiw

    iya aku juga nek arep ngalor/mBerkoh liwat dalan kampung kuwe mesthi njukut kanan disit liwat bahu dalan…tapi dalan kampunge jyan akeh bgt poldure koh xixixi 😀

    Suka

  2. Sama. Saya pun punya pengalaman yang sama. Justru harus pelan walau bisa cepat. Menanjak lagi persimpangan itu. Ciluk baaa…. gedubrak 😀

    Suka

  3. Terus terang, saya agak alergi dengan pertigaan macem begini. Kadang2 saya lebih milih jalur laen yang lebih jauh daripada harus ngelewatin pertigaan seperti ini, demi menghindari resiko yang ngga diinginkan. Biarlah lebih jauh, yang penting lebih aman. Toh, pada dasarnya saya emang suka naek motor, jadi jarak lebih jauh ngga masalah

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s