Matic Kecil Tetap Diperlukaan


Sekarang memang yang lagi in adalah matik yang Besar-besar. Namun motor berukuran kecil tetap dibutuhkan.

Sore-sore sehabis ashar dapat sms dari istri:

“Yah, tapi jatuh lagi di rumput depan rumah, memboncengkan anak-anak, untuk nggak apa-apa.”

Istri saya beberapa kali jatuh karena tidak kuat mengatasi bobot motor (biasanya ketika baru angkatan). Postur 150 cm mengendarai Skywave yang 113 kg. Belum lagi ditambah 2 anak dengan bobot keduanya kurang lebih 50 kg, total 163 kg. Skywave ini juga lumayan tinggi. Apalagi kalo anak-anak agak berulah, gerakannya membuat motor susah dikuasai.

Hmm…jadi kepikiran beli matic kecil buat istri. Walaupun banyak juga wanita kecil saya lihat mengendarai Vario 125, matic kecil sepertinya lebih cocok. Dari spek, Vario 125 itu 112 kg, hampir sama dengan Skywave. Pasti juga mengalami masalah tentang bobot ini.

Makanya Mio dan Beat tetap laris, Suzuki juga ikutan jual matic kecil (Nex lalu Lets), Yamaha malah maticnya kecil semua (Mio J, Soul GT, Xeon, Fino)….. karena tidak semua orang itu tinggi.

Iklan

20 pemikiran pada “Matic Kecil Tetap Diperlukaan

  1. let’s aslinya ga sejelek di pic kang, kalo liat ya beda dari scopi pokoknya, lebih keren let’s IMHO

    tapi kalo mau yang kecil dan enteng mio j atau beat kang, harga jualnya juga rasanya paling stabil, wkakak, macho bisa pilih soul GT,

    kalo emangkeberaten, pake satria aja kang, di jamin enteng pol walaupun tangan pegel puol sepol pole

    Suka

  2. Numpang comment…
    Kalau definisinya saya matic kecil, BeAT, Mio, Skywave, LX, dan lain termasuk matic kecil. Matic besar seperti Piaggio X9, X evo, MP3, maxi scoot.

    Sebetulnya kemungkinan bukan soal tenaga wanita yang kurang, tapi kesannya aja gitu. Jadi para wanita lebih memilih matic yang bobotnya ringan.

    Sampai mobil pun begitu, para wanita secara umum lebih suka pilih mobil kecil, ya March, Yaris, Jazz, padahal mobil besar pun bukan di bawa pakai tenaga/otot. Tapi kesannya mobilnya kecil jadi ringan/mudah?

    Skutik pun juga rasa-rasanya begitu, menaikkan standard tengahnya Skywave pun sama beratnya dengan MP3 yang 250 kg-an bukan pakai otot. Naikin standard tengah Mio pun saya bilang berat juga.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s