Gali, Tutup, Gali Lagi, Tutup Lagi


image

Heran dengan galian F.O di jalan depan rumah. Bulan kemarin baru kelas digali, kelar, lalu ditutup tanah, agregat, stamper lalu lapisan aspal tipis. Eh, minggu ini digali lagi lebih dalam. Untung di jalur lambat, jadi tidak mengganggu.

Ingat tahun 2007 galian F.O di Jalan Tendean Mampang. Pekerjaan galian bikin macet luar biasa, begitu selesai galian ditutup tanah lalu di aspal hotmix, jadi aluuuus, lalu lintas berkurang macetnya. Eh, baru 2 mingguan, digali lagi, F.O lagi. Tak habis pikir planningnya.

Kalo misal pemilik proyek F.O itu beda perusahan, kenapa nggak kerja sama saja. ❓

Iklan

29 pemikiran pada “Gali, Tutup, Gali Lagi, Tutup Lagi

  1. Fiber Optic maksudnya? Sama kang di tempat ku. Tapi ga tutup gali gitu. Nie pembiayaran gitu. Sampai kelar baru diaspal. Malah ada jalan yang hampir 1 tahun masih ada kegiatan ini. Gara garanya pasanh fibe, ada pasang pipa pam, eh mobil truk lewat anjlok. Perbaikan lagi 😦 ditambah banjir tambah parah 😦 😦 ehhhh mau disemenisasi tapi lambat kerjanyanya. Macet kalau lewat jalan itu 😦 😦 😦

    Suka

  2. Wakakaa…. nembe ping 2 yah mam,… anu ping 6 ngko mam…
    – pln : kabel bawah tanah
    – telkom : new pstn
    – telkomsel : fo new internet backbone
    – xl : fo new internet backbone
    – indosat : fo new internet backbone
    – firstmedia : fo new internet backbone

    gari urutane mam sing endi disit….

    Suka

  3. biar dpr dapet duit banyak kang, biasa lah, proyek gituan kan persenanya lumayan

    proyek dana 20% total angaran
    untuk pemilik proyek 20 % total angaran
    untuk DPR 30%
    untuk pemimpin pemerintah daerah 20% (gub/bupati/walikota) makanya kang, jangan percaya walikota ga terima gaji, lha proyek ecek ecek ginian 20% uda seperti 10 tahun gaji di massa jabatan, jadi murni pencitraan
    sisa 10% untuk pihak yang mengetahui trik cerdas ini

    Suka

  4. looh kalau kerjasama ya ndak ada proyek lagi dong, bukannya pemerintah gak kepikiran masalah beginian, tp kalau dipikirin ya ntar gak ada jatah lagi buat oknum, eh masih bisa bilang oknum gak wong hampir semua begitu

    Suka

  5. Ping balik: Habis ISAT Terbitlah Telkom « Learning To Live

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s