Kelinci Untuk Dimakan, Kenapa Tidak!


Kelinci Bukan Kucing

Kelinci untuk dimakan? Enak kok! Halal juga.

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

أَنْفَجْنَا أَرْنَبًا وَنَحْنُ بِمَرِّ الظَّهْرَانِ ، فَسَعَى الْقَوْمُ فَلَغَبُوا ، فَأَخَذْتُهَا فَجِئْتُ بِهَا إِلَى أَبِى طَلْحَةَ فَذَبَحَهَا ، فَبَعَثَ بِوَرِكَيْهَا – أَوْ قَالَ بِفَخِذَيْهَا – إِلَى النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – فَقَبِلَهَا

“Kami pernah disibukkan untuk menangkap kelinci di lembah Marru Azh-Zhohran, orang-orang berusaha menangkapnya hingga mereka keletihan. Kemudian aku bisa menangkapnya lalu aku bawa menghadap Abu Tholhah. Maka dia menyembelihnya kemudian dikirim daging paha depannya atau paha belakangnya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Lantas beliau menerimanya.”[1]

Apa nggak geli karena agak mirip tikus?

Apa nggak kasihan, karena hewannya imut dan lucu?

kata Benny :”Open your mind, kelinci itu bukan seperti kucing tapi seperti ayam.”

Oleh karena itu marilah kie makan Kelinci. Dahlan Iskan aja budidaya kelinci tuh

referensi : rumaysho.com

Iklan

27 pemikiran pada “Kelinci Untuk Dimakan, Kenapa Tidak!

  1. mending nek kelinci kampung, aku ngingoni kelinci rex karo fluzy wae tak sembelehi anake
    fyi, kelinci rex daginge luweh enak timbang klinci kampung
    pitek kate yo luweh enak timbang pitek kampung lho, aku wes kerep nyobo kok

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s