Nostalgia Tahun 80-90an, Douglas Meng-KO Tyson


Kembali ke era 80-90an, jaman dimana harga-harga masih terjangkau, era dimana desa saya masih “kaya” dengan panen cengkehnya sehingga orang-orang tidak perlu merantau. Sekaligus waktu yang (terasa) masih damai tanpa banyak isu tawuran, demonstrasi, debat politik dan semacamnya.douglas.tyson

Kala itu ada tontonan favorit orang-orang di desa saya yaitu Tinju, utamanya kelas berat dan dengan jagoan kala itu adalah Mike Tyson. Tyson, pemegang  Undisputed Heavyweight Champion (terjemahannya susah) yang selalu menang, sampai pada saatnya di bulan February tanggal 11 tahun 1990 dia mencium kanvas oleh petinju tak dikenal yaitu James “Buster’ Douglas.

DouglasKOTysonCLR

Tyson yang biasanya mudah dan cepat dalam menjatuhkan lawan-lawan sebelumnya, baru bisa mengkanvaskan Douglas di ronde 8, namun Douglas bisa bangkit lagi di hitungan 9 (yang menjadi kontroversi). Bahka bisa meng-KO Tyson di ronde 10. Kekalahan Si Leher Beton ini dianggap sebagai Biggest Upsets In Sports.

Sebenarnya pertandingan ini rencananya merupakan pemanasan bagi Tyson sebelum melawan penantang peringkat 1 yaitu Evander Holyfield. Apa daya pemanasannya terlalu panas sehingga Tyson pun terbakar, terjatuh dan tak bisa bangkit lagi, tenggelam dalam lautan luka dalam, tersesat dan tak tahu arah jalan pulan, tanpa gelar sama sekali dan jadi  butiran debu …. oops :mrgreen: Setelahnya memang Tyson seperti mulai jatuh pamornya, walau sempat bisa bangkit lagi merebut 2 gelar, namun benar-benar jatuh setelah ketemu Holyfield.

Menurut cerita jatuhnya Tyson dikarenakan perilakunya yang suka hura-hura semenjak dekat dengan Don King. Kabarnya sekarang Tyson menjadi pembicara tentang sejarah dirinya, juga membuat film tentang dirinya.

Cuplikan KO-nya Tyson bisa dilihat di video di bawah ini

Ternyata ada full fightnya

Iklan

16 pemikiran pada “Nostalgia Tahun 80-90an, Douglas Meng-KO Tyson

  1. Mungkin Tyson punya power, tapi Tyson ngga punya stamina. Tyson biasa maen cepat, lawan langsung di KO di ronde 1, 2, atau 3. Begitu ada yg mampu bertahan sampe ronde 9, Tyson langsung keteteran. Dan semua pun langsung tau kelemahan Tyson.
    *sekian analisa ngawur saya*

    Suka

  2. kesombongan n meremehkan lawan merupakan kesalahan tyson saat di puncak karirnya…. akhirnya jatuh…..tak mampu bangkit, sekedar jadi legendpun saja tidak sempurna…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s