Antara Busway, Pedestrian dan Krisis Moneter


Jkt 03 busway 6

“Aku kalo ke tempat kerja naik Busway”. Masih banyak lho yang mengatakan seperti ini (kayaknya artikel di blog ini banyak juga yang seperti ini :mrgreen:). Padahal BUSWAY dilihat dari kata-katanya sangat jelas artinya : JALAN/JALUR BUS. Sepertinya asal-usulnya karena adanya penyingkatan dari Transjakarta Busway. diambil Buswaynya saja, jadilah kaprah BUSWAY  = BUS TRANSJAKARTA.

Hal yang sama juga dengan Pedestrian, diulas di sini, Pedestrian itu adalah PEJALAN KAKI, jadi orangnya bukan jalurnya. Sepertinya juga berawal dari penyingkatan Jalur Pedestrian, diambil kata Pedestrian-nya, jadilah kaprah bahwa Jalur Pejalan Kaki = Pedestrian

Hal yang sama terjadi tahun 98-an. Ketika itu terjadi Krisis Moneter, orang-orang (di tempat saya) banyak yang mengambil kata Moneternya. Jadilah banyak keluhan seperti ini :“Harga barang mahal, karena MONETER.” Harusnya kan diambil KRISIS-nya.

Apakah itu Budaya kita?

Iklan

7 pemikiran pada “Antara Busway, Pedestrian dan Krisis Moneter

  1. Ping balik: Istilah Yang Kaprah, Indonesia Suka Menyingkat | Maskur's blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s