Kagum Dengan Die-Hard Biker, Tapi …


BSA Turinger 1

Sering ketemu para rider yang sedang turing, menggunakan motor-motor antik. Dan selain motor yang “asal jalan”, perlengkapan penunjang keamaanan juga biasanya “seadanya”. Semangat boleh dan mengagumkan, namun mengenai sisi keselamatan ini saya kurang sependapat.

Acara Harley Clp-08 Zundapp

Turing jarak jauh itu butuh ketenangan, terutama mengenai mesin, apakah tahan sampai tujuan dan tentunya tahan juga sampai kembali ke rumah. Nah mengenai ini, pada die-hard biker biasanya sudah sangat ngelotok menghadapi troubleshooting tunggangannya. Sudah hapal masalah motornya termasuk juga trik-trik daruratnya. Ini yang perlu dikagumi.

Vespa Sespan Turing Banjar Partoman

Namun mengenai nilai keselamatan, menurut pandangan saya, mereka kurang memperhatikannya. Turing berkilo-kilometer tanpa lampu. Jangankan lampu rem, lampu sein, lampu utama-pun sering tidak ada. Perlengakapan, jangankan glove atau knee protector, helmpun sekenanya, jaket tidak selalu dipakai.

Bukan terpancang aturan, atau ikut-ikutan, namun walau die-hard, tubuh manusia itu cuma daging dan tulang. Di jalan kite ketemu kendaraan lain dari logam, jalan dari batu, tebing dari cadas. Sudah sepantasnyalah kita melindungi taubuh kita. Memang segala sesuatu itu sudah KETETAPANNYA, namun kita harus tetap Ikhtiyar.

Yang lain

Iklan

17 pemikiran pada “Kagum Dengan Die-Hard Biker, Tapi …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s