Semua Cuma Masalah Ide


Yamaha Nouvo Biru

Memperhatikan Nouvo Lele ini, saya jadi teringat kisah Abunawas dan telur. Bukan karena warna Nouvo ini seperti waran telur bebek, namun lenih ke desainnya.

Suatu hari Abunawas berkumpul dalam suatu forum. Ada yang “menantang” siapa yang ada di forum tersebut untuk membuat telur tersebut berdiri. Semua mencoba namun gagal, sampai akhirnya berhasil menehakkan telur tersebut. dengan cara apa? Memecahkan ujung sedikit ujung bawahnya. Ada orang di dalam forum tersebut berkata :”Ah kalo cuma seperti itu, aku juga bisa.”

Abunawas balik berkata :”Kenapa engkau tidak melakukannya.”

Jadi, ide itu sebenarnya sesuatu yang mudah, tinggal punyakah visi untuk mewujudkannya.

Kembali ke Nouvo lele tersebut, lihat deknya sudah tinggi, body lumayan panjang dan besar, shockbreaker ganda. Andaikata Yamaha punya visi lebih, tentunya mudah saja untuk menempatkan tanki bensin di dek, filter udara di atas CVT, jadilah bawah jok itu sebagai bagasi yang tidak cuma helm in, namun bisa jadi “BAYI-IN” :mrgreen: Di luar negeri ada tuh, yang terdekat di Thailand, Honda Airblade. Di Indonesia? Belum ada lho.

Bagasi Airbalde Raket

Yah mungkin tidak sesederhana itu. Namun terbukti, banyak hal sederhana yang jadi berguna dan trendsetter. Dan karena dalam dunia industri, segala seuatu bisa jadi duit, makanya berlakulah paten. Yang ngekor belakangan perlu duit lagi untuk memakainya.

Simak saja yang namanya roller rocker arm, itu kan cuma menambah bearing di ujung templar agar ketika dipukul oleh camshaft jadi lebih smooth. Atau istilah HELM-IN, ini bukan ide baru, Suzuki Skywave atau bahkan matic Korea itu sudah mengaplikasikan bagasi gede. Namun seolah olah ini hal baru, dengan ide yang sederhana dengan menyebutnya HELM-IN, bukan BIG-COMPARTEMENT atau GREAT-BAGGAGE dll, perwujudan ide lagi.Unicam-valve-train

Memang tidak smudah itu, untuk mematenkan dan mengaplikasikan Sistem Unicam, honda mungkin melakukan riset yang memerlukan biaya dan waktu. Setelah jadi orang akan berkata:”Oooooo cuma menggeser posisi cam biar ringkas.” Ketika diaplikasikan ke DOHC yang cuma 1 tonjolan per cam :”Oooooo itu cuma menyatukaan dua klep baik in maupun out bisa nyettingnya gampang.”

Semua itu cuma masalah “mewujudkan” ide.

Iklan

10 pemikiran pada “Semua Cuma Masalah Ide

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s