Dilema Seorang Ayah Mengajari Anak Naik Sepeda Motor


Kita seorang bapak? Kita punya anak? Walau masih bujangpun pasti akan berkeluarga juga.

Melihat tren sekarang, sepertinya akan sulit menolak arus dimana sepeda motor merupakan hal biasa. Arus tersebut adalah anak kecil sudah biasa naik motor. Masa harus nunggu 17 tahun untuk berlatih.

Saya sering berpikir, 3 tahun lagi pasti akan mengalaminya. Mungkin pengalaman Bro Andry ini bisa jadi acuan.

image

Andry Berlianto

Agak sulit menolak semangat seorang putra, 12 tahun, yang meminta diajarkan mengendarai sepeda motor. Dia melihat teman-temannya sudah bisa berkendara sementara saya sedikit bersikeras bahwa usianya belum cukup. Akhirnya, di tempat tertutup dan terkendali, saya serahkan motor bebek untuknya, untuk dipelajari untuk belajar berat motor, untuk belajar standar motor dan untuk belajar duduk di atas motor. Meski mengeluh, tampaknya dia senang-senang saja meskipun menerima fakta diminta untuk mendorong motor dan berjalan tanpa mesin menyala selama tiga hari.

Bro Andry tidak serta merta menjawab YA atas permintaan anak untuk langsung belajar mengendarai motor, langkah yang saya ambil kemarin adalah sebagai berikut :
1. Naik motor nggak gampang kenalkan anak pada bahaya dan risiko nya,
2. Lihat televisi ttg kasus2 tabrakan sederhana yang kerap muncul di acara CCTV Trans7, pinta dia memahami bahaya dan risikonya,
3. Ajak ke motor, kenalkan piranti2 nya mulai dari stang, rem dll beserta fungsinya.
4. Pinta dia duduk di atas motor, standar tengah, ajarkan caramemegang stang dan posisi duduk yg benar,
5. Pinta dia menaik turunkan standar samping, kalo cukup kuat sampai standar tengah,
6. Pinta dia naik ke motor, kita dorong secara manual dan biarkan dia mengendalikan arah motor atau pinta dia mendorong motor tanpa mesin menyala semata-mata membiasakan diri dengan berat kendaraan. Fase berikutnya baru mengenalkan lebih jauh dengan mesin menyala dan gunakan area tertutup misal pekarangan luas dan sejenisnya.

Kelihatan gampang, tapi pasti susah prakteknya. Mungkin analog dengan ketika mereka berlatih naik sepeda. Namun sepeda motor ini jelas MORE POWER jadi harua MORE RESPONSIBILTY.

Iklan

2 pemikiran pada “Dilema Seorang Ayah Mengajari Anak Naik Sepeda Motor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s