Filosofi Lampu Merah


wpid-Lampu-merah-gumilir.jpg

Kebanyakan orang, sangat benci dengan adanya lampu merah. Kalo terlihat kosong terobos padahal jalannya juga pelan, akhirnya tersalip lagi sama yang ikut aturan.

Padahal tanpa lampu lalu-lintas ini, suatu perlintasan bisa sangat semrawut. Lihat saja ketika terjadi pemadaman dari PLN dan lampu lalu-lintas ikut mati, dijamin banyak klakson yang berbunyi dan bisa jadi malah macet. Anggap saja lampu merah itu seperti hidup manusia, atau ambil filosofinya.

Walau mungkin tidak tepat benar, marilah kita nikmati saja filosofi hidup dari lampu merah ini.

Hijau

Waktu dimana kita harus berjalan, bekerja, melakukan aksi yang implemetasinya dalam berbagai bentuk. Karena hidup itu tidak untuk berdiam diri.

Merah

Waktu dimana kita behenti atau istirahat. Badan atau kehidupan pasti butuh waktu untuk sekejab beralih ke hal lain. Mesin saja butuh waktu istirahat.

Kuning

Waktu persiapan dalam berbagai bentuk kembali. Baik dari bekerja lalu istirahat, maupun sebaliknya dari istirahat menuju bekerja. Untuk memulai aksi dari semua diam jelas perlu persiapan. Untuk istirahat juga tetap butuh persiapan.

CMIIW

Iklan

4 pemikiran pada “Filosofi Lampu Merah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s