Blusukan Lagi, Pekaja – Wlahar, Bisa Buat Alternatif


Jalur alternatif diperlukan ketika darurat. Karena makin banyaknya kendaraan pribadi, jangankan hari raya, tanggal merah di hari Jumat saja sudah menyebabkan kemacetan. Karenanya tidak ada salahnya blusukan bair kenal jalur dan daerah yang dilaluinya, jadi ketika diperlukan kita tidak merasa asing.

Pekaja - Wlahar Wetan 01

Antara Sokaraja – Banyumas, jalur utamanya adalah melalui Kalibagor, jalur di sana lumayan padat. Alternatifnya bisa ambil jalur ini : Pekaja – Wlahar.

Dari pertigaan Lampu Merah sangkal putung ambil ke selatan, terus sampai pertigaan Pekaja, ambil kanan. Akan ketemu jembatan dan lalu pertigaan, ambil kiri.

Pekaja - Wlahar Wetan 02

Ketemu jalan desa beraspal yang tampak masih baru. melintasi pemukiman penduduk.

Pekaja - Wlahar Wetan 03

 Juga ada tempat pembuatan bata merah.

Pekaja - Wlahar Wetan 04

 Lepas pemukiman pemduduk, ketemu jalur tanah. Untung pas musim kemarau, kalau musim hujan dijamin licin dan becek. Sekitar jalan tanah ini adalah pepohonan jati.

Pekaja - Wlahar Wetan 05

 Setelah jalan tanah murni yang datar, masuklah kita ke tanjakan. Di sini sudah ada perkerasan batu krop yang sayangnya menghilang karena ambles ke tanah. Kalo musim hujan rute ini cukup “menantang”.

Pekaja - Wlahar Wetan 06

Kemusian kita bertemu dengan jalan macadam yang cukup baik, ditengah perkebunan jadi dan areal pertanian penduduk.

Pekaja - Wlahar Wetan 06A

Di sini pemandangannya cukup bagus, selatan adalah kota Banyumas dan pegunungan sederat dengan Gunung Depok, juga areal pertanian warga. Di sebelah utara areal pertanian warga yang berkontur naik turun.

Pekaja - Wlahar Wetan 07

 Selanjutnya masuk jalan beraspal yang adi atasnya sebagian tertutup rumput. Jalan mulain menurun, dan bertamu perkampungan kecil.

Pekaja - Wlahar Wetan 08

Kemudian mulai bertemu perwasahan, jalan masih aspal dan sedikit menurun.Pekaja - Wlahar Wetan 09
Masuk jalan mendatar, kanan kiri sawah.

Pekaja - Wlahar Wetan 10

Selanjutnya masuk perkampungan, lewat depan warung Mie Ayam Tombol, sampailah kita di jalur Banyumas – Patikraja yang sudah Hotmix dan lebar, di desa Wlahar Wetan.

Kita lihat rutenya melalui Google Map:Pekaja - Wlahar Wetan

Tidak terlalu jauh, cuma 4,4 km, kalau lewat Kalibagor butuh jarak 2 kali lipat yaitu 8,8 km

Posted from WordPress for Android

Iklan

15 pemikiran pada “Blusukan Lagi, Pekaja – Wlahar, Bisa Buat Alternatif

  1. Sebelum sampai di jalur Banyumas – Patikraja, aku kelaparan (gara-gala lihat warung mie ayam)…

    Akhirnya kutarik dompetku untuk ‘membantai’ mie ayam di dalam perutku , hehe…

    Suka

  2. Ping balik: Kemrosok, Bletak, Ngorok…Dan Bunyi-bunyi Lain Itu Cacat Apa Ciri Khas? | IM Blog

  3. Ping balik: Karisma vs Supra X 125 Part 2 | IM Blog

  4. Ping balik: Jupiter Z dan Generasinya | IM Blog

  5. Ping balik: Motor Paling Worth It Menurut Saya Part 2 – Kekurangan Supra X 125 | IM Blog

  6. Ping balik: Pak Harto Pernah Menyamar [KASKUS] | IM Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s