Nostalgia 90-an, Komparasi Bebek 100 Cc


Back to 90’s, mengenang masa lalu itu menyenangkan. Nostalgia itu sering dicari orang. Tidak cuma kehidupan, nostalgia dengan motor itu juga lumayan menarik.Alfa-RC-PrimaKali ini mengenai motor yang menjadi andalan 3 pabrikan besar kala itu di kelas cub alias bebek : Honda Astrea Prima, Yamaha Alfa dan Suzuki RC 100.

Ketiga motor ini mempunyai kesamaan desain lampu depan yang mengkotak dan membawa tren baru untuk motor bebek yaitu mesin 100 cc serta garpu depan model teleskopis. Fork teleskopis di bebek sebenarnya bukan hal baru, karena Binter Joy sudah memakainya terlebih dahulu di tahun 80-an, lalu ada Suzuki RC 80. Namun karena Joy adalah spesies langka dan RC 80 tidak terlalu terkenal, jadilah seolah tren ini dibawa oleh ketiga merk Jepang ini.

Astrea Prima

Motor ini mengambil basis desain Astrea Star dengan penembahan fitur dan kapasitas mesin ditingkatkan. Rangka monokok, swing arm gepeng, serta bentuk mesin sebenarnya masih serupa dengan seri C100 bahkan C70. Kalo jaman sekarang barangkali di sebut “cuma ganti bodi”. Namun dengan nama besar Honda motor ini tetap paling diterima. Metalurgi jaman itu juga menurut informasi, lebih baik dari sekarang.

Alfa

Yamaha melakukan lonjakan drastis dari Yamaha Excellent ke Alfa, beda body beda rangka beda mesin. Dan di Indonesia Alfa ini adalah pelopor pertama bebek berbody plastik dengan meninggalkan rangka monokok, yang kemudian diikuti oleh generasi selanjutnya dari semua merk. Kalo tak salah, penggunaan keran bensin vakum juga dimulai oleh Alfa ini. Ada lagi? Ada, yaitu swing arm kotak. Jadi Afa ini adalah Trend-setter untuk bebek di Indonesia. Selain itu barangkali Yamaha sudah menyasar segmen wanita seperti halnya Mio, yaitu dengan body Alfa yang kecil.

RC 100

RC 100 seperti halnya Prima, motor ini adalah penyempurnaan generasi sebelumnya, RC 80. Body diperbarui, mesin ditingkatkan. Motor ini punya sebutan lain : Jet Cooled, dimana pendinginian mesin dibantu oleh kipas. Walau bukan teknologi baru, namun seperti biasa, Suzuki sering membawa teknologi yang advanced.


Terlepas dari fitur yang ada, Honda adalah raja pasar, Prima paling banyak populasinya, terutama di kota. Di pegunungan, 2 tak lebih bisa diterima karena perawatan lebih mudah. Walau Alfa membawa banyak teknologi yang kemudian dipakai oleh generasi selanjutnya untuk semua merk, tetap saja bukan sesuatu yang istimwa dibandingkan lakunya. Jaman sekarang yang masih sering terlihat memang Prima, selain karena mesin 2 tak memang sudah punah. Sehingga barang secondnya juga tidak begitu dicari.

Iklan

19 pemikiran pada “Nostalgia 90-an, Komparasi Bebek 100 Cc

  1. dari semua varian yg sampeyan sebutkan di atas,saya sdh pernah punya biar nggak baru,termasuk joy walau cuma dua bulan.. 😉 kecuali Alfa yg belum keturutan..

    Suka

  2. kabeh tau nganggo…. tarikan bawah RC100 jagonya, top speed alfa jagonya, iritnya BBM jelas Prima jagonya….
    pake alfa 1993 gigi 2 tembus 60 km/h,…

    Suka

  3. udh pernah pakai semua dan beberapa pernah punya dan masik punya, prima 91 bokap, enak banget ni motor bisa mentok spedo, grand 95 dulu beli 4,6jt punya nyokap, aku sendiri dibeliin motor pas kelas 3sma alfa 97 dulu 4,2jt msh ada sampe sekarang.. sejak pakai alfa akhirnya aku jadi fby hahaha…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s