Kagok Mengemudi


image
Mengemudi mobil yang berbeda tipenya itu butuh penyesuaian. Misalnya antara yang bermoncong dengan yang tanpa bonnet, antara sedan dengan MPV dan semacamnya. Bahkan dengan status sudah terbiasa mengemudikan, kemudian berpindah “genre” dalam waktu yang agak lama, ketika kembali ke “genre ” semula, bisa jadi kagok akan menimpa.

Baru saja mengalami mengendarai mobil pickup bermoncong yang tergolong tinggi, rasanya kagok setelah cuma tiga bulan terbiasa dengan sedan hatchback.

image
Dulu terbiasa dengan mobil van tanpa hidung di rumah.

image
Diselingi dengan rutin menyetir pickup berhidung. Diantara keduanya juga berbeda di masalah bonnet, namun masih sama-sama tinggi. Bisa menyesuaikan ketika membawa.

image
3 bulan pindah bagian, tak lagi “mengenal” pickup berhidung. 2 bulan berganti tipe dari minibus ke sedan tak berekor. Dari posisi duduk tinggi ke rendah serasa tenggelam.

2 bulan terbiasa tenggelam ketika di jalan hari ini membawa pickup berhidung lagi, serasa terbang dengan posisi yang tinggi dan pandangan yang luas.

Ternyata pepatah kemarau semusim terhapus hujan sehari berlaku juga dalam hal menyetir. 3 tahun terbiasa berkijang, 3 tahun berespass lupa semua ketika 2 bukan berforsa.

Hati-hatilah..

Iklan

16 pemikiran pada “Kagok Mengemudi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s