Serba-serbi Perbaikan Jalan – Menabrak Alat Berat Parkir Kok Menuntut


Perbaikan jalan itu sangat diharapkan bagi pengguna jalan. Siapa yang tidak merasa nyaman dengan jalan yang halus mulus tanpa lubang jalan. Namun dalam pelaksanaan perbaikan jalan ini banyak hal yang bisa dibilang “menghambat” prosesnya. Yang umum adalah bahwa ketika sedanga da aktifitas perbaikan, pengguna jalan tidak sabar ketika lewat jalan yang sedang diperbaiki.

Ada juga masalah spesifik seperti dalam komik ini:Komik konflik di jalan

Rambu Perbaikan Jalan2Siang hari digunakan, alat berat tetap berada di lokasi ketika malam tiba. Jika memungkinkan memang di parkir diluar area jalan (badan atau bahu jalan). Namun jika tidak, maka alat berat diparkir di bahu jalan dengan memakan badan jalan sesuai dengan ukurannya. Tentunya dengan ada rambu atau tanda agar pengguna jalan mewaspadainya.

Rambu Perbaikan JalanNamun ada kasus, seorang anak muda menyenggol Excavator Backhoe sampai jatuh. Kebetulan orangtuanya seorang aparat. Yang herannya justru dia menuntut ke kontraktor pelaksana perbaikan jalan.

Ketika ditelusuri ke korban, dia dengan jujur malah mengakui kalo di memang jalan sambil baca sms. Nah lho harusnya anaknya yang dituntut denda 750 ribu.

Larangan penggunaan ponsel saat berkendara, memang secara khusus tidak diatur dalam UU No 22 Tahun 2009. Namun pengendara (yang menggunakan ponsel) bisa terkena pasal 106 ayat 1 tentang pengemudi wajib mengendarai kendaraan dengan penuh konsentrasi. Pengertian wajib mengendarai dengan penuh konsenterasi, mencakup melarang kegiatan-kegiatan yang mengganggu konsentrasi berkendara. Misalnya minum-minuman keras saat berkendara, mengkonsumsi obat terlarang dan menggunakan HP. Kegiatan tersebut berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Sanksi terhadap pelanggaran pasal tersebut diatur dalam pasal 283 UU yang sama, yakni denda maksimal Rp 750 ribu dan kurungan 3 bulan.  

Iklan

6 pemikiran pada “Serba-serbi Perbaikan Jalan – Menabrak Alat Berat Parkir Kok Menuntut

  1. kontraktor jg ada peraturanny, jrak 100m sbelum proyek hrus ada tanda, pda malam hari ada lampu kecil penanda ditarik sepanjang jalur, plus lampu strobo penanda proyek… flagman juga wajib ada disana… lupa UU-nya

    syangny skg bnyak kontraktor kere dan modal dengkul…. jadi kalo dituntut kontraktorny memang bisa, apalagi rambu2 dan penerangan minim….

    Suka

  2. paling njengkelin galian kabel optik….sepanjang jalan d pinggirnya ada tumpukan tanah….kl malem pas daerah minim penerangan agak gimana gitu….
    tp kasus d atas yg main hp…no komen lah

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s