Puisi : Motor Alay


Motor Ban Kecil

Membicarakan motor alay, rasa heran tak pernah berkurang

Lampu depan remang, bahkan kadang hilang

Sementara lampu belakang benderang

Spion hanya kalo takut ditilang

SUARA KNALPOT BAGAI GENDERANG PERANG

Lampu sein tak butuh, jadi dibuang

Cakram depan gede biar garang

Tapi dipakai ngerempun jarang

Kalo ada yang nyebrang

malah sekalian ditantang

GIF tikus kaget

Semoga merek cuma oknum  bukan mewakili semua orang

Iklan

6 pemikiran pada “Puisi : Motor Alay

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s