Mencoba Jalur Selatan-selatan, Not-Recommended


Jalur Selatan-selatan

Jalur Lintas Selatan-selatan Jawa tengah, dari Cilacap sampai Temon, banyak dikisahkan oleh orang bahwa ini adalah jalur alternatif. Jalannya lurus dan sepi serta pemandangan indah. Sebelumnya saya sendiri belum pernah secara penuh melintasi jalur ini dengan bermotor, hanya sampai bagian barat sampai Gombong. Sedangkan bagian timur kerap melintasi karena ikut Bus AKAP. Dan sepertinya jalannya kurang enak dilewati karena walaupun lurus dan tidak berlubang namun tidak rata karena tambalan jalan.

Akhirnya sempat juga menikmati jalur ini dan kesimpulannya adalah NOT RECOMMENDED. Jika akan lewat boleh saja, namun tidak secara penuh melainkan harus menghindari beberapa ruas.

CILACAP – JETIS

Jalur Selatan-selatan 01 - Gumilir-Jetis

Dari Gumilir sampai jembatan di timur desa Jetis yang berbatasan dengan Kebumenm jalan bagus. Apalagi selepas Srandil sampai Jetis, jalannya lurus dan mulus serta sepi, awas bikin ngantuk.

AYAH – PETANAHAN

Jalur Selatan-selatan 02 - Jetis - Petanahan

Masuk wilayah Kebumen, pertama kalia adalah kawasan wisata Pantai Ayah, diteruskan jalan pegunungan dengan kelokan-kelokan tajam. Jalan lumayan bagus, namun mendekati akhir pegunungan mulai banyak jebakan lubang di jalan, salah satunya berhasil menjebak saya. Selepas pegunungan, jalan sepanjang pantai ini masih bagus walau kecil.

PETANAHAN – GRABAGJalur Selatan-selatan 03 Petanahan - Grabag Masuk daerah pertigaan Petanahan, jalannya mulai tidak ramah. Memang jalannya lurus dan sepi namun bikin pusing pala karena pating nggrunjal nggak karuan. Jalannya kebanyakan tidak berlubang, namun tambalan-tambalannya lebih pas dilalui pakai Trail. Di beberapa tempat juga ada lubang jalan, walau tak begitu dalam namun kalo dilewati dengan kencang bisa bikin jatuh juga.

Di sini melalui Kecamatan Ambal dan Mirit. Di Ambal banyak berderet penjual sate ayam yang begitu rapatnya seolah penjual hape di Mall. Padahal jalannya sepi lho. Mungkin dengan jalan yang musti dilalui pelan ini jadi berkah untuk para penjual sate ayam ini. Oh ya di jalur ini juga banya ditemui bus-bus AKAP yang memilih jalan ini, yang masih bisa diredam oleh suspensinya barangkali.

Nah jika lewat JLSS, sebaiknya dari pertigaan Petanahan keluar ke jalur Selatan lewat Karanganyar. Walau ramai di jalur kota namun kepala nggak pusing karena guncangan jalan.

GRABAG – TEMONJalur Selatan-selatan 04 Grabag - Temon

Mendekati perbatasan Jogja ini jalan mulai bagus. Jalan dua lajur kemudian berubah menjadi 4 lajur dengan median jalan seperti ini terus sampai Temon. Di sini jika akan ke Bantul lewat JLSS Yogya makan jalannya akan bagus sepanjang jalan. Jika ingin bergabung ke Jalur Selatan, juga tak kalah bagusnya.

Jalan di perbatasan Jateng-Jogja di Purworejo memang dibuat tak kalah mulus dengan Jalan di provinsi Yogyakarta. Sayangnya tidak diteruskan sampai ke barat, perbatasan dengan Jawa Barat. Andaikan jalur Petanahan sampai Grabag ini dibikin sebagus JLSS yang ada di DIY dijamin perjalanan akan nyama dan cepat. Banyak jadi pilihan utama, sehingga memecah kepadatan jalur selatan.

Iklan

15 pemikiran pada “Mencoba Jalur Selatan-selatan, Not-Recommended

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s