Angkringan Yang Manusiawi, Menghargai Lidah


wedang jahe di angkringan

Pesan minuman, panas apa dingin, hanya ada dua pilihan itu. Namun kadang kita tetap pesan “teh anget dan jeruk anget” atau “teh panas atau jeruk panas”. Dikasihnya bisa hangat atau panas, tidak selalu pas. Pas butuh anget dikasih panas, sampai nggak bisa diminum, tapi di sisi lain pas butuh panas dikasih anget…kurang.

Nah angkringan yang satu ini baru kali ini saya alami. “Pak jahene setunggal nggih.”

Penjual :“Anget napa panas mas?”

Saya :“Anget mawon pak.”

Pas makan malam minumnya pas jahe anget. Lidah masih mampu meminumnya dan segarnya pas. Manusiawi sekali

Iklan

Satu pemikiran pada “Angkringan Yang Manusiawi, Menghargai Lidah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s