Lampu Rem Itu Kalo Nggak Seterang-terangnya, Ya Segelap-gelapnya


Motor Ban Kecil

Tidak habis pikir dengan para pemilik motor memodifikasi lampu rem kendaraan mereka. Lampu rem standar itu aslinya sudah pas intensitas cahayanya, bisa memberi peringatan dan mudah ditangkap indra penglihatan. Namun orang sini banyak mengubahnya menjadi dua macam : Kalo tidak SETERANG-TERANGNYA ya SEGELAP-GELAPNYA

Yang terang ya pakai kaca bening, bohlam bening. Untung nggak pake halogen sekalian, silau men.lampu rem smokedYang gelap adalah mengganti mika lampu dengan warna gelap, kurang terlihat apalagi jika siang.Lampu rem vario sipitAda lagi yang merubah lampu standarnya menjadi sipit dengan menutupi salah satu bagiannya. Banyak ditemui di Vario generasi pertama dan juga motor modif yang memakai lampu sabit Astrea Grand Impressa.

Spakbor patah ditubruk belakang

Masih menyepelkan fungsi lampu rem? Belum lama saya mengalami ditubruk dari belakang sampai spakbor patah dan lampu rem pecah, ketika berkendara di sore hari, berjalan ke arah barat searah dengan matahari. Padahal dari jauh sudah menyalakan rem dan sein, dan penubruknya awalnya cukup jauh terlihat dari kaca spion.

Beberapa foto dimana lampu rem tidak berfungsi sebagaimana mestinya

Iklan

12 pemikiran pada “Lampu Rem Itu Kalo Nggak Seterang-terangnya, Ya Segelap-gelapnya

  1. kasihan. dipikir dia telah memberikan kecerahan bagi orang banyak. tapi segalala sesuatu kalo berlebihan itu gak baik kannn. kek nyalakan lampu di siang bolong ya salah. lah ente bahlul kok bikin matahari di malam hari, ya salah kan 😦

    dan salah lagi nih. salah tempat bahwa gelap melindungi dari kelelahan (bener emang aki gak lelah, mata manusia gak lelah), itu benar adanya kalo lagi tiduran kannn. dasar ente bahlul 😦

    mesti gara2 syairnya sela on seven nih, ‘jangan takut akan gelap, karena gelap melindungi diri kita dari kelelahannnnn’ … please turn on intro nya 😀

    Suka

  2. Ada yang bilang kalau lampu belakang yang watt-nya sampai 30an diganti dengan lampu yang watt-nya lebih kecil itu malah bikin cepet putus lampunya dan fittingnya ya?

    Mohon penjelasan master pengamat pakde Maskur. Hehe

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s