Hampir Tertipu “Sambel Leyeh”


Sambel Layah vs Sambel Leyeh

Sambel Layah adalah nama sebuah rumah makan yang menjual sambal, iya menu andalannya adalah sambal yang disajikan dalam layah kecil, layah itu artinya Cobek. Jualannya ya standar saja, nasi, lalap, lauk dan sambal. Namun yang mungkin menjadi nilai plus adalah bahwa dengan harga murah, porsi pas untuk perempuan dan anak kecil (masalah porsi ini sering jadi masalah bagi pembeli wanita), dan dengan harga yang murah itu kita makan di rumah makan, bukan warung tenda pinggir jalan. Dan satu lagi, melihat track record pemiliknya, saya yakin kehalalannya.

Saya sekeluarga termasuk pelanggan Sambel Layah ini, bukan karena fanatik, namun karena di sini mengakomodasi keinginan satu keluarga. Ayah, ibu dan dua anak kembar beda kelamin, sering kali menemui masalah ketika memutuskan kemana tujuan ketika mau makan di luar. Dua anak beda selera, kadang ibunya juga, kalo ayahnya sih kata orang itu “blumbang”, apa-apa masuk. Nah si Sambel Layah ini kita bisa menyamakan presepsi makanan.

Cabang Sambel Layah

Nah dibalik kesuksesannya yang bisa punya cabang 50-an lebih, ternyata ada warung yang mirip dan hampir menjebak. Namanya Sambel Leyeh, nama, warna dan logonya sangat mirip Sambel Layah. Logonya di-mirror kanan kiri serta beda font, memang beda, namun ketika di perjalanan di dalam kendaraan, tidak mungkin memperhatikan detailnya. Kemarin saya sekeluarga hampir mampir ke Sambel Leyeh ini, di daerah Brebes Selatan. Mungkin cuma mirip dan dagangannya beda, serta rasanya mungkin tak kalah enak, namun ketika tahu bahwa itu “bukan yang asli” sudah ilfil duluan, sudah sein kanan, langsung cancel dan sein kiri meneruskan perjalanan.

Amati Tiru Modifikasi memang jurus ampuh di semua bidang. Eh tapi jangan suuzon dulu, siapa tau Sambel Leyeh ini masih ada hubungan dengan Sambel Layah, jadi tidak masalah jika logonya mirip.

Iklan

7 pemikiran pada “Hampir Tertipu “Sambel Leyeh”

  1. kalo di kediri dan sekitarnya ada warung bebek sagu (sangat gurih), bebek salu (sangat luezat) dan bebek sale (sangat lezat)…semua desain bannernya mirip banget…mungkin juga karena masih ada hubungan sodara kali..

    Suka

  2. Dulu emang pernah lewat daerah situ, dan sama om…. hampir aja “ketipu”…. :v overall ini namanya strategi marketing dalam hal olah kuliner…. 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s