Ejakulasi Dini Dalam Dunia Pewayangan


Anda kenal Eddy Tansil? Jika anda mengalami era Orde Baru pasti kenal nama ini. Sekarang dimana dia? Entahlah, dia tergolong Unsolved Mysteries, mungkin semacam segitiga Bermuda atau patung raksasa di Easter island. Ooops.. Sekarang Eddy Tansil juga masih terkenal di Indonesia, namun dengan penulisan yang berbeda, menjadi Edi Tansil yang artinya Ejakulasi Dini Tanpa Hasil.

Batara Kala gagrag Yogyakarta, Grafis Karya : Mulyantara

Apa itu Ejakulasi Dini, menurut Wikipedia (karena ini bukan jurnal ilmiah, copot saja dari sana), Ejakulasi dini (bahasa Inggris: Premature ejaculation, bahasa Latin: ejaculatio praecox) adalah kejadian pria mengalami orgasme dan mengeluarkan air mani setelah melakukan aktivitas seksual atau mengalami stimulasi penis dalam waktu singkat (minimal). Hal tersebut dapat disebut juga klimaks cepat, atau klimaks dini.

Lalu apa hubungannya dengan wayang? Nah ternyata kejadian Ejakulasi Dini ini beberapa kali terjadi dan malah menjadi salah satu latar belakang penting dalam kisah wayang purwa.

Pertama, tentang kisah kelahiran Batara Kala. Siapa Batara Kala? Dia adalah dewa yang berwujud yaksa yang sangat populer di mitologi jawa, dan karakter utama dalam Ruwatan. Kenapa saya menyebut Yaksa, karena jika menyebut Raksasa akan rancu dengan dengan istilah besar. Karena Raksasa dalam wayang tidak selalu besar, namun bisa seperti manusia normal, hanya punya taring dan gigi-gigi tajam seperti hewan Karnivora dan beberapa suka memangsa manusia.

Nah, kembali ke Batara Kala yang wayangnya bisa dilihat di karakter di atas. Lahirnya Batara Kala itu terjadi karena ejakulasi dini Batara Guru yang tidak tahan berhubungan badan dengan istrinya, Dewi Uma. Jadi ketika berkeliling dunia berdua, terbang naik kendaraanya, Lembu Andini, Batara Guru tidak tahan untuk melakukan hubungan badan di atas kendaraanya itu. Namun sang istri menolak, dan saking nggak tahannya sampai Kama (atau air mani) batara guru keluar dengan sendirinya dan jatuh ke laut. Sperma dewa jatuh ke laut menjadi api yang bekobar-kobar dan jadilah Batara Kala.

Anoman gagrag Yogyakarta

Kedua, kisah lahirnya Anoman. Anoman ini juga tokoh yang sangat terkenal. Bagaimana kelahirannya menurut kisah wayang? Kisahnya dalah selepas mendapat musibah, wajahnya berubah menjadi mirip kera, Dewi Anjani diharusnya bertapa dengan berendam tanpa busana di dalam telaga Madirda, tubuhnya hanya tertutup rambut panjangnya. Tidak diperbolehkan makan kecuali yang lewat di aliran air di sekitarnya. Nah suatu saat, Batara Guru lewat dan melihat paha Dewi Anjani, karena terangsang maka keluarlah kama (sperma) dan jatuh Sino atau ke daun asam jawa. Sinom yang ketempelan sperma dewa ini lalu jatuh ke air dan lewat di dekat Dewi Anjani lalu dimakan olehnya.
Dewi Anjani hamil setelah makan sinom bersperma ini. Ampuhnya sperma dewa, cuma dimakan saja bisa bikin hamil. Setelah hamilnya cukup umur, lahirnya humanoid yang mempunyai karakter kera berwana putih bernama Anoman.

Dari dua kisah di atas terlihat betapa mudahnya Batara Guru ejakulasi hanya karena nafsu sama istrinya dan cuma melihat paha mulus.

Masih ada kisah lain, kebanyakan carangan. Carangan itu bukan karangan lho, walau memang dikarang. Carangan itu berasal dari kata carang yang artinya ranting. Intiny carangan itu kisah baru yang dikarang layaknya ranting, berasal dari pohon pokoknya, kisah baru tersebut berbasis kisah baku. Salah satu kisang Carangan yang menyinggung ejakulasi dini adalah tentang Raden Brajasena. Dia adalah anak Gatutkaca yang jarang terdengar. Kisahnya ketika Gatotkaca membawa dewi Siti Sundari yang merupakan istri adik sepupunya, Abimanyu. Membawanya tentu dengan ranjangnya, mirip kaya Superman. Dewi Siti Sundari tertidur di ranjang yang dibawa Gatotkaca, dan tersingkap pahanya. Gatotkaca melihat paha Siti Sundar menjadi terangsang dan menyebabkan spermanya keluar, jatuh ke laut. Suatu hari nanti terungkap sperma Gatotkaca ini menjadi karakter bernama Brajasena (atau ada yang menyebut Suryakirana atau Bajradenta).

Tenyata Gatotkaca, gagah-gagah ejakulasi dini juga.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s