Saringan Hidup


Kadangkala untuk mencapai kondisi yang diperlukan, diperlukan saringan. Dalam berbagai hal, “saringan” itu di berlakukan. Dalam saringan ini ada kondisi tertahan dan lolos.

Itu cuma prolog saja, inti ceritanya adalah sebagai berikut :

Liburan kemarin, saya datang ke pernikahan teman kecil yang yang seumuran. Agak heran juga kok dia bisa tahan sampai setua ini baru menikah, sementara teman sebayanya kebanyakan anaknya sudah remaja bahkan ada yang sudah punya mantu. Namun pasti semua akan bilang “Lha memang jodohnya!”

Dan ada kata-kata yang terucap dari orang tua teman saya itu, yang saya memanggilny bibi, karena memang selain masih sodara jauh, juga adat di desa kalo memanggil perempuan yang umurnya lebih muda daripada orang tua kita memang seperti itu. Beliau sempat ngomong :

“Sukur ya kowe esih sehat, anake wis gedhe, najan ngalami saringan urip ping pindho.”

(Syukur kamu masih sehat, anaknya sudah besar, walau pernah mengalami saringan hidup dua kali)

Ya memang ketika umur 13 dan 17 saya pernah mengalami koma karena kecelakaan lalu lintas. Koma ini kan bisa dianggap nyaris mati. Nah dua kali itulah yang disebut saringan hidup. Alhamdulillah bisa mengalami hidup di jaman now, setelah mengalami dua kali saringan.

Iklan

2 pemikiran pada “Saringan Hidup

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s