Huruf Jawa, Sudah Dilupakan – Part 2

Spyshot Jumatan. Lokasi di Benhil Jakarta Pusat. Ada kaitan dengan tulisan sebelumnya : Huruf Jawa, Sudah Dilupakan. Kaos bergambar Semar dan bertuliskan jawa. Maksudnya baik, ingin nguri-uri kabudayan jawi. Tapi jadinya lucu karena tulisannya salah. Tulisan di kaos kalo dibaca : Ajo Dumêh. Huruf “ê” di sini dibaca seperti “e” di kata “lega”. Maksud dari tulisan itu pastinya…

[Bahasa Jawa] Perbedaan “t” Dengan “th”

Melanjutkan pelajaran Basa Jawa yang kemarin, tidak disangkan ternyata banyak juga yang komentar. Sekarang tentang perbedaan “t” dan “th”. Dua bunyi ini juga sering rancu dalam penulisan karena pengaruh Bahasa Indonesia, Inggris atau bahkan Arab. Di dalam Basa Jawa “t” dibaca persis seperti dalam bahasa Indonesia. Misalnya : tandur (tanam), tameng (perisai) dan takon (tanya).…

[Bahasa Jawa] Apa Sih Bedanya “d” Dengan “dh”

Dalam penulisan bahasa jawa latin, kita akan menemui “d” dan “dh”. Huruf “d” adalah pengucapan tipis, contohnya : degan (kelapa muda), dudu (bukan), adus (mandi), dodol (berjualan) serta wadon (wanita). Sedangkan penulisan “dh” adalah pengucapan tebal, mirip huruf “d” dalam bahasa Indonesia. Contohnya adalah : wedhus (kambing), endhas (kepala), godhong (daun) serta bodho (tidak pintar). Karena…

[Bahasa Jawa] Benar Apa Salah?

Sore ini makan malam di warung belakang kantor. Yang jualan orang jawa, di sini saya menemukan sesuatu yang bagi saya agak unik. Ketika membayar saya berkata: “Sampun mas, ayam kalih the anget.” Sang penjual bertanya; “Mboten mbekta tahu tampe mas?” Saya agak berpikir sejenak, namun langsung menjawab: “Mboten pak.” Setelah membayar, sambil berjalan saya berpikir…

Huruf Jawa, Sudah Dilupakan

Minggu-minggu kemarin, kondisi pekerjaan agak santai. Jadi bisa masuk sambil menulis artikel. Masuk kerja cuma masuk-balas email-makan-shalat-pulang. Tiap membalas email, saya sertakan tulisan gambar seperti di bawah sebagai semacam signature: Maturnuwun Saya pikir karena recipentnya orang Jawa yang berada di pusering budaya Jawi, akan paham artinya. Meraka biasanya membalas email saya dengan “Apa to artine?”